Category: MUSIC DIRECTOR’s

AMDI – Labelers dan National Radio Day

AMDI – Labelers dan National Radio Day

Kepada teman-temanku Music Director dan Labelers, selamat bersukaria dalam kemeriahan agenda tahunan National Radio Day yang ke-10. Hanya tulisan ini yang bisa aku persembahkan buat kalian, mewakili ketidakhadiranku bersama kalian saat ini.

Seharian dari siang sampe malem ini tumben-tumbennya aku tidak membuka akun path ku, biasanya walau nggak posting apa-apa, tapi selalu nyempetin scroll-scroll timeline. Sekedar melihat update temen-temenku disana. Tapi hari ini, selain kebetulan ada pekerjaan yang bikin aku bisa fokus gak kepikiran pengen buka path, juga karena sedang tidak ingin lihat postingan sebagian teman-temanku yang MD maupun label sedang bersukaria di Puncak!!

Hari ini, adalah hari diselenggarakannya NRD atau National Radio Day yang ke 10. Kesedihan mendalam aku rasakan, karena selama berlangsung 10 kali, baru inilah aku tidak menghadiri.

Ya, inilah alasan utamaku. Naif? Lebay? Emang!! Terserahlah apa mau disebutnya, tapi memang begitulah adanya. Walau tetap ada juga yang bilang, ngapain mesti sedih, atau ah cuma gitu doang atau gittu amat sih atau juga kenapa harus begitu biasa ajalah dan blablabla yang lain.

Orang boleh punya rasa yang berbeda dong ya dalam merespon sesuatu? Kalau sebagian merespon secara biasa saja, ya nggak papa juga. Bebaaas. Toh tidak akan ada juga yang menghakimi. Seperti halnya aku, yang tidak bisa menjawab dengan tepat setiap ada pertanyaan,”Kenapa harus sedih hanya karena nggak ikut NRD?”.
Benar. Aku tidak tau harus menjawab bagaimana, atau apa alasannya.

“Kadang kesedihan itu tidak bisa dijelaskan, hanya bisa dirasakan”

Okay, sekarang kilas balik dulu aku pengen ngobrolin panjang lebar tentang NRD.

Apa sih National Radio Day itu.

Music Director radio di Indonesia punya komunitas yang bernama AMDI, Asosiasi Music Director Indonesia. Nah AMDI yang mewadahi para Music Director se Indonesia raya itu setiap tahun punya ‘Pesta Besar’. Pesta disini bukan hingar bingar sekedar makan minum tanpa konsep ya, tapi kata ‘pesta’ disitu aku anggap mewakili sebuah kemeriahan.
Ada kemeriahan dalam rangka berkumpulnya MD seluruh Indonesia (terutama yang sudah menjadi anggota AMDI) baik yang sudah kenal lama, atau yang baru bertemu saat itu, dan juga bertemunya para MD ini dengan penggiat music di Indonesia, dalam hal ini adalah Label Recording atau Management Artis. Gathering akbar yang diadakan setahun sekali itulah yang kita namakan National Radio Day, dan tahun ini sudah diadakan yang ke 10 kalinya.

Ketika menjabat sebagai Music Director sebuah radio, sku adalah salah satu dari MD yang aktif di AMDI, otomatis akupun tidak pernah melewatkan sekalipun silaturahmu akbar tersebut. Bahkan aku akan dengan senang hati membantu para panitia dalammelancarkan acara tersebut. Walau biasanya aku lebih banyak jadi tim penggembira alias memeriahkan suasana alias teriak-teriak biar rame hehhehe *aaaaaaaaahhh pastii ada yang bilang, teriak-teriak apa marah-marah mam??* hahhaha iyaaa…iyaaa….bukan marah wooy…cuma ngomel-ngomel doang hihihi tapi ngomel dengan sayang lhooo…

Sudah! Balik ke topic.

Kebiasaannya, gathering akbar ini diselenggarakan antara bulan Maret dan April, bisa akhir Maret atau awal April. Tergantung kondisi, tapi tidak pernah lewat dari bulan-bulan itu. Inipun ada sejarahnya, dulu, selalu dibuat di bulan Maret karena sengaja dibuat pas dengan jadwal Java Jazz, event Jazz yang besar itu agar memudahkan para MD untuk sekalian nonton event tersebut. Dulu, biasanya selalu dibuat beberapa hari sebelum event Java Jazz yang diadakan selalu di hari Jumat sampai Minggu. Jadilah NRD dibuat Rabu dan Kamis, sehingga teman-teman MD luar kota atau luar Jakarta yang berniat nonton Java Jazz bisa datang sekalian untuk NRD. Seingetku, memang dulu banyak banget MD luar Jakarta yang tidak pernah absen nonton Java Jazz, sehingga dengan settingan waktu yang dibuat demikian akan lebih efektif buat para MD datang ke Jakarta. Tidak harus bolak balik, repot kan booo….udahlah tiket pulang pergi mahal, belum tentu dapet ijin dari kantor pula kalau keseringan pergi dalam waktu berdekatan.
Begitulah awalnya, sampai kemudian beberapa tahun kesini, walau sudah tidak lagi mengikuti agenda event Java Jazz, tapi tetap dilakukan pada bulan yang sama.

Apa sih yang dilakukan selama NRD??

Setiap tahun selalu punya konsep yang berbeda, pun makin kesini makin lebih baik. Berisi dan terkonsep rapih. Baik itu dari panitia MD maupun panitia Label yang berada dibawah perkumpulan bernama Labelers. Oya, nama Labelers ini belum lama terbentuk, baru beberapa tahun terakhir ini, 2 atau 3 tahun yang lalu sepertinya. Aku melihatnya bukan untuk mengkotak-kotakkan Label, tapi lebih menyamakan visi misi untuk makin membuat semarak Industri Musik Indonesia. Senang lihatnya, beda label, beda artis, tapi bisa kompak maju bareng. Meski berbeda-beda konsepnya setiap tahun, tapi esensinya selalu sama, ada musik, ada workshop dan ada keriaan.

Seperti apa acaranya?

Acara inti selalu dibuat 2 hari, Rabu dan Kamis.

Hari pertama kusus acara intern MD, dari dan untuk MD.
amdi nrd 2016
Music Director Indonesia yang hadir di NRD2016

Content acaranya pun berwarna, tentu tidak melupakan sesi penting yaitu diskusi dengan tema kusus yang berbeda setiap tahunnya. Dalam sesi ini, selalu menghadirkan nara sumber, entah itu dari MD sendiri yang expert atas tema itu, atau bisa saja praktisi dari luar, tergantung dari tema itu sendiri.
Misalnya saja, pernah hadir petinggi-petinggi label untuk menjadi nara sumber tentang Industri musik. Atau senior-senior MD yang sudah beralih menekuni dunia Music digital. Intinya adalah, apa yang didiskusikan tersebut berguna untuk menambah pengetahuan MD.
Diantara sesi yang serius tersebut, selalu diselipkan penampilan artis-artis penyanyi baik solo maupun band yang sudah sangat populer. Persembahan dari Label yang mendukung acara NRD tersebut. Genrenya pun tidak semua pop, mengingat MD yang datang berasal dari radio yang berbeda-beda segmen, bahkan ada pula yang dari radio bersegmen dangdut. Jadi tentu saja, ada penyanyi dangdut yang pada saat terselenggaranya NRD tersebut sedang naik daun. Dari penampilan penyanyi-penyanyi ini, bisa dilihat betapa bersatunya para MD yang kesehariannya tenggelam dalam format musik yang berbeda-beda tersebut.

Benar adanya bila ada sebuah pernyataan bahwa musik itu mempersatukan.

Itu bisa dilihat dari para MD yang membaur, semua menikmati apapun musik yang disajikan. Bahkan ikut larut didalamnya, tidak terkecuali para MD yang setiap harinya sama sekali tidak pernah mendengarkan lagu dangdut karena format musik di radionya adalah pop, bisa tiba-tiba bergoyang sangat heboh mengikuti irama lagu dangdut yang sedang dibawakan penyanyinya. Semua yang ada disitu larut dalam musik. Apapun musik yang ditawarkan.

Itu sebagian acara inti di hari pertama. Capek? Banget tapi bahagia. Aku selalu mengatakan satu hal kepada para MD yang baru sekali ikutan NRD,”Sebelum berangkat NRD, persiapkan energy kalian, karena selama NRD acara selalu padat hanya menyisakan beberapa jam di malam hari untuk istirahat sebelum melanjutkan kegiatan di hari kedua yang juga tidak kalah padat. Jadi tidak ada yang boleh mengeluh capek”. Aku galak ya. Iya 😦

Tapi memang begitulah yang selalu terjadi, tapi jangan kuatir, sepertinya kebahagian selama mengikuti acara sangat mampu membayar semua kelelahan itu. Bahkan sepertinya, lupa akan rasa lelah, gimana enggak? Bahkan setelah acara selesaipun, masih banyak para MD yang berkerumun, bergerombol ngobrol bahkan kalau nggak diteriakin suruh istirahat pada bandel gak segera tidur. Nah inilah bagianku, ngomelin temen-temen MD yang sudah lewat dini hari masih belum juga istirahat padahal besoknya masih harus bangun pagi-pagi untuk mengikuti agenda hari kedua.

Hari kedua, bersilaturahmi dengan Label/Management Artist.
Labelers NRD2016
Panitia Labelers NRD2016

Agenda dihari kedua diambil alih oleh panitia dari Labelers, karena hari kedua ini memang dikususkan untuk ajaang silaturahmi antara MD dan label atau management artis. Banyak acara seru yang sudah dirancang oleh panitia Labelers, dan selalu berbeda setiap tahunnya. Tidak ada yang serius-serius, karena niatnya memang untuk bersilaturahmi, jadi kalau mau bertemu langsung, ngobrol langsung ya sekarang itulah waktunya. Karena bisa jadi, ada teman-teman MD terutama yang jauh dari luar Jakarta berinteraksi dengan label hanya melalui email, chat atau telpon dan sms. Hari kedua inilah agenda yang disediakan untuk bercengkerama akrab-akraban.
Labelers juga tidak mau kalah dengan panitia MD, juga memberi acara yang luar biasa meriah, entah itu hadiah-hadiah game atau penampilan para artis mereka. Belum lagi ditambah makan dan minum sepuasnya.

Di sesi ini, kadang aku lebih banyak berinteraksi dengan teman-teman label, ngobrol bercanda kangen-kangenan daripada menikmati penampilan para artis. Bukan tidak mau menikmati atau menyepelekan, tapi rasanya tidak cukup waktu sehari untuk ngobrol satu persatu dengan teman-teman label itu. Dan ini cuma setahun sekali bisa bertemu semuanya di satu tempat. Jadi aku tidak melewatkan begitu saja, walau tetap masih bisa menikmati semua acara yang sudah dibuat teman-teman label.

Dimana tempatnya? Apakah harus di Jakarta?

Setiap tahun bisa saja berbeda tempat, minimal dalam penyelenggaraannya walau mungkin seringnya di Jakarta tapi bisa di tempat yang berbeda-beda. Bahkan beberapa kali diadakan di Jakarta dan Bandung. Sempet juga loh sekali dibuat di Jogja, wah itu moment terindahku sebagai ketua NRD2013 lalu. Tapi memang, paling sering di Jakarta, mengingat beberapa hal yang jadi alasan kuat, terutama karena kebanyakan label dan management artist berposisi di Jakarta. Melipir sedikit, sempat dibuat di Ancol, tahun 2015 lalu di Cibubur, dan tahun ini di Puncak. Ini keduakalinya NRD diselenggarakan di Puncak yang dingin itu. Tahun depan dimana ya? Siapa tau di Bali? Atau di Surabaya? Siapa tau kan, dengan catatan, kalau memungkinkan hehehe

Apa sih manfaat dari NRD? Cuma kumpul-kumpul dan hura-hura??

Tentunya tidak sesederhana itu. Kami berkumpul setahun sekali bukan tanpa alasan dan tanpa manfaat. Bicara soal keuntungan dan manfaat, banyaaak sekali.
Iya banyak yang didapatkan baik itu oleh MD maupun label.
Untuk MD.
Manfaat yang didapat adalah mendapat pengetahuan baru, bisa dari workshop yang diadakan atau saling sharing dengan teman-teman MD yang lain. Ini bukan saja menambah ilmu, tapi juga teman baru.

Kalau ingin mengukur seberapa besar kemampuan kita, cobalah keluar sebentar dari tempat biasanya kamu berada, dan bertemulah dengan banyak orang dengan profesi yang sama. Dari situlah kamu akan tahu bahwa ternyata,”Masih banyak hal yang harus aku pelajari”.

Selain itu, mempererat hubungan baik dengan para label. Ini penting, salah satunya supaya MD tidak ketinggalan materi-materi baru, masak MD mau download bajakan sih diketawain bekicot loh :)))

Jadikan ajang silaturahmi itu untuk saling memperkenalkan diri, terutama buat temen-temen MD baru atau yang baru ikutan NRD. Dengan begitu, MD juga membawa nama radionya. Ingat, setiap MD yang hadir di NRD bukan membawa namanya sendiri tapi ada logo intansi dikepala masing-masing. Hadir dalam agenda NRD bukan untuk kepentingan MD sendiri tapi untuk membesarkan nama Radio masing-masing. Pulang dari NRD, bawa semangat baru, dan aplikasikan ilmu yang didapat sesuaikan dengan segmen radio masing-masing.

Untuk Label/Management Artist

NRD tentu bermanfaat untuk mengenal MD dari berbagai kota yang belum pernah bertemu atau bahkan belum pernah berinteraksi sama sekali. Ini penting, karena dengan mengenal baik para MD, materi-materi kalian bisa sampai di tangan orang yang tepat. Selama materi itu sesuai dengan segmen radio, pastilah masuk playlist. Dengan agenda silaturahmi itu, para label bisa langsung bertanya soal materi-materi mereka kepada para MD. Apapun bisa disampaikan, bahkan bila itu berupa keluhan sekalipun. Kata pepatah lama “Tak kenal maka tak sayang”.

Itu hanya beberapa point penting yang dihasilkan dari agenda setahun sekali yang bernama National Radio Day ini.
Selebihnya?? Saking banyaknya, aku cuma bisa bilang “Tak terkatakan” hehhehe

Aku ingin menulis sedetail-detailnya tentang NRD ini. Lain waktu saja ya. Siapa tau nanti hadirnya bukan lewat blog tapi dalam berbentuk BUKU *tolong di-Amin-in yuuk hahahha

Aaaah…..keasikan bercerita soal NRD, jadi sedikit tersisih rasa sedihku. Betapa inginnya aku berada diantara mereka, bersukaria bersama, aku rindu kebersamaan itu. Dan aku betul-betul sedih tidak lagi bersama mereka saat ini 😦

Kelebayanku ini bisa jadi karena aku mengklaim diriku sendiri sebagai orang yang setia pada profesi dimana aku dibesarkan. Music Director sudah berurat berakar dalam darahku. Kalau orang radio bilang, darah R itu sudah demikian kental mengalir dalam tubuhku.

Kalau saat ini aku sedang tidak eksis sebagai MD radio manapun, bukan berarti aku betul-betul lepas dari profesi tersebut. Masih ada yang aku lakukan dengan membuat playlist untuk orang lain, meski itu bukan sebuah playlist radio. Selain itu, aku masih membuka diri kepada pelaku music untuk sekedar sharing atau ngobrol tentang bagaimana sebaiknya sebuah materi baru itu diperlakukan. Sampai saat ini, masih banyak teman-teman musisi atau management artis yang meluangkan waktu hanya sekedar ngobrol tentang materi-materi baru mereka.

Music Director dan Music, sebuah kesatuan yang tidak terpisahkan. Begitu pula denganku, sampai kapanpun, aku tidak bisa lepas begitu saja dari sebuah profesi yang bernama MUSIC DIRECTOR!

Selamat merayakan ‘pesta tahunan MD’ National Radio Day yang ke-10 teman-temanku. Meski aku tidak bersama kalian, tapi aku menyimpan keharuan tersendiri. Semoga kedepannya Music Director dan Label/Management Artist tetap kompak dan saling support untuk sebuah tujuan: MEMAJUKAN MUSIC INDONESIA!!

Hidup Musik Indonesia \o/

Salam

~jeci~

Advertisements

Hits Maker VS Hits Player

radio

Bersyukurlah kalau kita berada di sebuah radio hits maker,memutar lagu-lagu baru,dan tidak kehilangan client atau pemasang iklan yang artinya,masih membuat radio itu tetap bertahan hidup.
Aku,rindu berada di sebuah radio hits maker. Dimana aku bisa memberi kesempatan kepada materi-materi baru untuk dikenal oleh pendengar.

Sedikit kesulitan mencari kalimat yang pas untuk memulai tulisan ini.
Sebuah tulisan yang mengendap lama di pikiranku bahkan hatiku. Sudah sangat lama aku ingin memuntahkannya dalam sebuah tulisan yang panjang di blog ini. Tapi selalu saja setiap membuka blog,pikiran itu lantas menguap. Dan kalau akhirnya sekarang aku teringat untuk menuliskannya,ini gara-gara tulisan @nunoorange http://poetrasoekardi.wordpress.com/2014/04/24/post-24-2014-yang-paling-top-dan-populer/#comment-513  yang sudah memuntahkannya lebih dulu.

Aku ingin bicara banyak tentang fenomena yang terjadi dalam sebuah bisnis radio,dimana nyaris semua management radio berlomba mengubah format musiknya demi sebuah tujuan: PROFIT!!

Sebuah fenomena yang pasti bertolak belakang dengan hasrat hati dan idealis para Music Director. Aku yakin itu. Mungkin sedikit yang setuju dan meng-amini bahwa keputusan mengubah format itu adalah yang terbaik dan menyenangkan.

TENTANG APA SIH INIIIIII???????

Mumpung masih seger setelah baca tulisan Nuno,yang seperti mengingatkan aku untuk segera menuliskannya sebelum kembali menguap. Seperti biasanya. lol.

Ini tentang format musik di Radio, Hits Maker atau Hits Player.

Aku ingat bertahun-tahun yang lalu,cukup kenceng sebuah radio besar di Jakarta yang meng-claim sebagai radio hits maker. Dan menurutku,itu bukan omong kosong,karena terbukti,radio itu mampu membuat musik yang tidak dikenal menjadi dikenal bahkan terkenal!!

Baiklah,sepertinya harus aku jelaskan dulu apa itu HITS MAKER dan HITS PLAYER.

Hits Maker,itu mungkin terjemahan bebasnya adalah PENCETAK HITS. Yap. Radio dengan format musik ‘Hits Maker’ ini,mengedepankan musik-musik baru,dari artis baru bahkan,dan memutar secara terus menerus atau push airplay,sampai akhirnya pendengar mulai notice bahwa ada lagu baru yang bagus dan layak di sukai. Ini terjemahan bebas versiku.

Sementara Hits Player,adalah radio yang hanya memutar lagu-lagu YANG SUDAH MENJADI HITS. Gitu aja sederhananya.

Aku seperti dikembalikan ke beberapa tahun silam,dimana aku pernah bertengkar hebat sama bos radio ku hanya karena aku mempertahankan untuk tetap memutar lagu-lagu yang sangat baru,minimal di programku dimana aku memang siaran di acara lagu-lagu baru. Pertengkaran ini terjadi ketika aku menolak untuk memutar lagu yang sudah ‘basi’,maksudku basi disini adalah lagu yang sudah ngetop beberapa bulan yang lalu. Pertengkaran itu berakhir dengan punishment, off siaran 3 hari!! Dan aku gak peduli. Aku tetap meneruskan apa yang sudah aku mulai. Tetap memutar lagu yang masih sangat baru,hanya saja lebih ‘bermain’ cantik dari sebelumnya hahaha. Jadi tetap ‘aman’ dan tidak berkonflik dengan management. Itu kejadian ketika aku masih jadi penyiar muda yang idealisnya masih sangat tinggi. Tiap hari berantem hanya karena mempertahankan idealisme sendiri hahahaha so stupid i am!!

Begitu pula aku pernah berdebat dengan partner kerja di radioku yang lain,ketika aku sudah menjadi MD. Aku memutuskan untuk menjadi ‘hits maker’,bukan sekedar karena idealisku tapi karena format radioku saat itu juga sebagai radio anak muda. Jadi menurutku sah-sah aja dengan format musik itu.

Dan sekarang,kemana radio-radio hits maker itu??? Satu persatu dominasi HITS MAKER runtuh,dan kemudian mengibarkan bendera sebagai radio HITS PLAYER.

Mengapa???
Seperti prologku diatas tadi,demi mempertahankan dan meningkatkan profit radio.
Lantas apa hubungannya??
Dengan kondisi sekarang,dimana radio dianggap tersisih dengan adanya internet dan media visual sehingga perlu sebuah perubahan untuk membuat radio itu tetap hidup. Dan salah satunya adalah content lagu yang dijadikan kambing hitam untuk di obrak-abrik.

Radio yang memutar lagu-lagu baru atau lagu yang sangat baru dianggap mengurangi ketertarikan pendengar,dan itu mempengaruhi pihak sponsor untuk placement di radio tersebut. Sehingga,pihak management radio mengubah format musik menjadi hits player alias hanya memutar lagu-lagu yang sudah menjadi hits.

Begitukah???
Anggap saja begitu.
Lantas pertanyaannya?? Atas dasar apa lagu itu dinyatakan SUDAH JADI HITS???

Pendapat sederhana dan gampangnya adalah,kalau sudah sering diputar radio lain. Lalu,radio lain itu memutar lagu itu berdasarkan apa? sudah jadi hits dimana?? Di TV???
Halooooooo????? Bukannya TV saja baru bisa menampilkan penyanyi itu kalau lagunya sudah populer di radio???

Pada akhirnya,kami para MD harus rajin-rajin memantau radio tetangga buat memastikan lagu apa aja yang sudah diputar. Tapi apakah eranya sudah harus demikian???
Sampai pada akhirnya,semua radio hanya memutar lagu yang sama. Mungkin sebagai MD, aku akan bosan dengernya,bahkan penyiar juga akan bosan memutarnya. Tapi pada akhirnya akan ada sebuah pernyataan,

“MD dibayar untuk bosan denger lagu” atau “Penyiar dibayar memang untuk bosan muter lagu yang itu-itu saja”. Dengan alasan,seperti itulah keinginan pendengar.

Entahlah,kenapa sulit sekali aku menerima pernyataan itu. Dulu,yang aku tau,radio perlu meng-edukasi pendengar dalam hal lagu. Bukan hanya secara content program,tapi lagu pun punya andil bisa meng-edukasi pendengar. Dalam pengertian,pendengar kita beri tahu bahwa ada lagu baru,dari penyanyi yang baru tapi lagunya enak dan layak di dengerin. Setidaknya, pengetahuan pendengar atas penyanyi itu bertambah. Atau,selera musik pendengar juga akan bisa kita bentuk melalui lagu yang kita sajikan.

Pertanyaanku selanjutnya,apakah ‘edukasi’ itu masih berlaku saat ini? Dimana pendengar sengaja di cekok’in lagu yang itu-itu saja yang notabene lagu yang sudah populer dengan penyanyi yang sudah ngetop juga?

Aku rindu berada di sebuah radio yang tetap konsisten menjadi hits maker. Walau kalau mau gampang, dengan format hits player,sebenernya itu sangat memudahkan MD. Gimana nggak?? Toh kita ga perlu capek-capek fokus kuping buat dengerin lagu-lagu baru yang potensial jadi hits. Ripping aja semua materi yang datang. Pending di folder dulu. Lalu cek radio-radio tetangga dan ngintip chart mereka,dan pilih lagu-lagu yang kiranya sudah populer disana. Masukin playlist. SELESAI!! Gampang dan enteng kan??? ITU SEHARUSNYAAAAA……

Tapi menurutku,tetap saja ‘nyawa’ sebagai MD jadi sedikit rapuh. Karena kepuasan kami adalah ketika ‘menemukan’ lagu baru yang bagus walau dari penyanyi baru,kemudian kita playlist,lalu menjadi hits setelah banyak pendengar yang suka dan sering me-request-nya. Dan……..violaaaa!! radio lainpun mengikuti jejak kami lantas ikut memutar lagu tersebut.

Melihat kondisi tersebut,berarti,tetap masih dibutuhkan toh sebenarnya radio hits maker itu????

Tapi kenyataan sekarang seringkali memang pedih menjadi radio hits maker. Kenapa? Karena,kami yang menaikkan lagu itu,kami yang mempopulerkan lagu-lagu itu dan banyak radio mengikutinya,tapiiii….pada akhirnya pemasang iklan memilih RADIO HITS PLAYER untuk placement. PEDIH BUKAN????

Menurutku,begitulah ‘vicious chain’ nya (kalau boleh aku sebut demikian). Jadi,kalau semua radio berlomba mengubah format menjadi hits player,lantas siapa yang akan menjadi hits maker? siapa yang akan membuat lagu menjadi hits lebih dulu? Damn!! kenapa aku jadi se-emosi ini?

Pertanyaanku selanjutnya. Kalau semua menjadi hits player,dimana sebuah lagu baru akan diputer beberapa bulan kemudian,atau menunggu sampai lagu itu ngetop dulu. Apa kabar penyanyi baru? Apa kabar materi baru?? Siapa yang akan memutar lagu-lagu mereka???

Sekarang,makin banyak materi baru,lagu baru dari penyanyi baru dengan berbagai macam genre. Pun tidak sedikit diantaranya yang menurutku bagus dan layak di airplay high rotation.

Aku pernah berdebat dengan seseorang yang mengkritik playlistku dimana disitu 75% adalah lagu yang masih benar-benar baru bukan saja lagunya yang baru tapi penyanyi baru dari label yang baru juga.

Dia bilang, “Lagu kok asing semua,lagu kok gak terkenal semua” intinya seperti itu.
Lalu aku jawab,”GIMANA LAGU ITU BISA DIKENAL DAN TERKENAL KALAU GAK PERNAH ADA YANG MEMUTARNYA???” Iya,aku emosi saat itu.

Tapi jawabanku itu bukan tanpa dasar dan tanpa alasan.
Menurutku,sesuatu yang simple aja. Sebuah lagu akan menjadi dikenal kalau ada yang memutarnya di radio.
*Eh ini aku bicara tentang radio ya,bukan media yang lain*

Gimana lagu akan menjadi dikenal atau bahkan terkenal kalau gak ada satupun radio yang memulai untuk memutarnya???

Sesederhana itu konsep berpikirku.

Terlepas dari segi bisnis,memang orientasi MD dan program ini sangat berseberangan dengan management yang harus memikirkan profit. Sangat paham.

Aku,rindu berada di sebuah radio hits maker. Dimana ada sensasi sendiri ketika menemukan sebuah materi baru yang benar-benar baru tapi secara insting lagu ini bisa jadi hits. Inilah salah satu peran MD,harus terus menerus mengasah feeling dan insting atas potensi sebuah lagu.

Aku,rindu berada di sebuah radio hits maker. Dimana ada kepuasan tersendiri ketika mem-blow up sebuah lagu baru yang kemudian banyak pendengar suka,sering di request,dampaknya lagu itu jadi terkenal.

Aku,rindu berada di sebuah radio hits maker. Dimana hanya dengan sarana itulah aku bisa membantu teman-teman artis pendatang baru yang memiliki materi bagus dan layak di dengar,bisa menjadi dikenal orang.

Seandainya,semua radio menjadi hits player. Lalu bagaimana para pendatang baru??? Harus menunggu berapa lamakah lagu mereka akan diperdengarkan?? Atau bahkan bisa saja lantas hilang dan tenggelam tanpa sempat di perdengarkan ke pendengar. Cukup menyedihkan memang.

Lebih menyedihkan lagi ketika pernah ngobrol dengan seorang teman yang juga MD,tapi berpikir,”Kita kan digaji kantor (radio) bukan artis-artis baru itu,jadi ya harus mikirin kepentingan radio kita dong”.
Iya,itu benar. Tidak juga salah. Hanya saja,tidakkah kita sebagai MD punya sedikit saja naluri mencetak hits di radio kita??

Ah aku sudah ngelantur…..

Tapi aku tertarik dengan kalimat dari Nuno,MD dari Gajahmada Semarang di blognya:

“Saya nggak bilang kalo MD radio sekarang ini nggak banyak yang begitu. Masih sangat banyak. Mereka masih memprediksi apakah sebuah lagu akan hits atau tidak. Mereka masih terus melatih insting musikalitas mereka. Tapi dimasa sekarang, semua dilakukan demi diri sendiri. Tidak untuk pendengar”.

Begitulah……

Jadi,maafkan kepada para penyanyi pendatang baru. Bila materi kalian belum punya kesempatan masuk di dalam playlist. Bukan MD yang tidak menginginkannya, tapi lebih kepada format musik radio yang sudah di tentukan oleh managemen radio masing-masing.

Tapi jangan kuatir,aku masih melihat banyak radio di daerah (sebut saja begitu) yang artinya,bukan di kota besar,masih bersemangat memutar lagu baru.

Yess!!! Jadi sekali lagi,JANGAN SEPELEKAN RADIO DI DAERAH!! Karena sebenarnya,radio-radio itulah yang support penuh atas materi baru kalian. Sampai akahirnya kemudian jadi hits dimana-mana,lantas?? Radio kota besar jadi ikut memutarnya.

Strategi promo kalian?? Silahkan di balik. Lempar ke radio-radio daerah,fokuslah disana,biarkan keberuntungan yang akan berlaku sehingga lagu kalian terdengar sampai ke kota besar,dan radio-radio di kota besar ikut memutar lagu kalian.

Sepertinya begitu dulu.

Malem minggu yang enggak banget!! Malah membahas beginian hahahha…

Selamat malam minggu Jeci,yang rindu berada di sebuah radio hits maker 🙂

Syaloom,

~jeci~

antara Manusia Bodoh dan Intim Berdua ;)

Tidak ada yang salah mencoba sesuatu yang baru,hanya jangan lupakan ‘garis merah’ dari karakter yang sudah tercipta sebelumnya

Sore ini aku tiba-tiba pengen ngobrolin tentang artis/band yang menarik perhatianku. Mungkin ini dipengaruhi oleh pendengaranku atas single yang baru saja mereka rilis. Apa istimewanya band ini??? Kenapa aku jadi tertarik buat menulisnya disini??
Buatku sangat menarik,mengingat band ini pernah mencetak prestasi dengan lagu-lagunya yang di era sekarang disebut ‘galau’,hanya saja dulu belum ada sih istilah ini hehehhe

Lalu apa yang jadi menarik? Karena aku agak memicingkan telinga (emboh piye kuwi bentuk’e) dan sedikit menarik alis ketika mendengarkan single baru mereka. Ada yang beda?atau aneh? Bisa jadi beda dan aneh,ini menurut telingaku sih 😀
Begitulah,kadang,mencoba sesuatu yang baru itu menurutku cukup ‘high risk’ ya…maksudnya,akan menjadi pembicaraan karena aneh atau tidak pas,atau mungkin acungan jempol karena berani mencoba hal baru. Bagus kalo yang kedua yang terjadi,kalo sebaliknya?
Bukan aku tidak menghargai usaha mereka untuk menciptakan hal baru sih,cuma tetap aneh aja dikupingku.

Penasaran??? Siapa sih yang aku omongin ini?? Hohoohohoo….kalau yang baca ini para MD mungkin bisa langsung menebak: aku tauuu aku tauuu hahahha

Baiklah,sekarang aku mulai ceritanya. Dan cerita itu diawali dari tahun 1995 dimana band ini baru terbentuk. Dimana tahun 1997 lalu,ada sebuah lagu yang lumayan ngetop berjudul Seharusnya,ini adalah single andalan sekaligus judul album perdana mereka.
Yang aku inget,band ini terbentuk tahun 1996, dengan anggota Ibrahim Imran (Baim) pada gitar & vokal, Iso Eddy Himawarso (Iso) pada keyboard & backing vocal, Krishna Balagita pada keyboard/piano, Suriandika Satjadibrata pada bass dan Muhammad Abdu Elif Ritonga (E’el) pada drum.Yesss….mereka adalah ADA BAND!!!

Aku akan sedikit cerita tentang Ada Band dari yang aku tau dan ingat,ditambah cari-carilah di internet untuk memastikan ingatanku gak salah hehehe namanya aja sejarah ya,akan aneh kalo beda. Jadinya aku bikin sejarah sendiri dong hahahhaa
Jadi gini, band ini mulai dikenal tahun 1997 ketika single Seharusnya mulai di perdengarkan di radio. Pernah denger??? Harusnya sih pernah ya walau mungkin saat-saat ini jelaslah udah jarang banget terdengar di radio. Tapi ini lagu ngetop banget pada jamannya,ya memang sih,menurutku cuma 1 lagu ini aja yang ngetop dari album Seharusnya yang berisi 10 track. Entah memang yang lain kurang naik atau lagu-lagu itu tidak terekam dengan baik di memoriku hihihihi.
Mungkin memang cuma 1 lagu itu yang naik ke permukaan,tapi itulah yang membuat nama Ada Band mulai terdengar menyusup diantara band-band lain yang sudah lebih dulu populer. Sayangnya,setelah itu mereka justru tidak mencetak hits lagi,malah sempet vakum selama mmmmm 2.5 tahunan lah sepertinya.

Tahun 1999 mereka kembali mengeluarkan sebuah album,album kedua mereka ini diberi judul “PerADAban”. Dan perbaikan prestasi,dari album ini,lebih dari 1 lagu yang berhasil naik. Diawali single pertama “Oughh…!!!” yang cukup sukses di pasaran dan mampu terjual 200ribu copy lebih. Lagu ini bertempo riang,tapi asyik banget di dengernya,dulu sering banget dipake buat menghangatkan suasana ketika siaran pagi hahaha pokoknya ini lagu semacam jadi lagu wajib di playlist pagi. Energik!! Mulai dari single ini sepertinya Ada Band kebanjiran off air dan nama Baim juga jadi pembicaraan sebagai vokalisnya. Suksesnya album kedua ini diteruskan oleh single kedua mereka yang lebih melow sangat melow bahkan,mungkin kalo saat itu udah terkenal istilah GALAU,ni lagu adalah GALAU PARAH. Bukan cuma musiknya yang syahdu tapi juga liriknya yang jleb jleb jleb. Itulah single “Bilakah?”,coba aja dengerin deh lagu ini,dari dentingan di intro aja udah membawa suasana hati galau,belum lagi liriknya yang seperti ini…

Oooo bilakah semua,kan menjadi nyata dalam hidup ini
Ooo bilakah cintaku terasa abadi selamanya
Pudar hilang sudah anganku kan dirimu
Tinggalkan luka batinku
Laraku mendera mendekam dalam rasa ini….

Nah ini dulu,semacam lagu wajibnya yang baru patah hati atau tersakiti hahahha….
Oya masih ada satu lagi yang sempat dirilis,lagu “Tinggalkanlah Cinta” , dari judulnya aja udah kebayang liriknya,gak jauh-jauh dari galau hahaha emang iya sih. Cuman memang sayang sih,lagu ini tidak terlalu populer seperti kedua single sebelumnya.
Dari pres release yang sempat aku baca dulu,setelah album kedua ini mulai ada perubahan dalam formasi Ada Band, Iso dan E’el hengkang kemudian masuklah Rama Yaya Moektio sebagai drummer dan menghasilkan album ketiga berjudul Tiara di tahun 2001. Dari album yang berisi 10 track ini tercetaklah beberapa hits diantaranya “Tiara”, “1000 Bayang”, “Salahkah?”, dan “Belenggu & Cinta”. Dan yang paling melesat adalah lagu 1000 Bayang,dan lewat prestasi ini mereka mulai melakukan promo tour ke daerah-daerah di Indonesia.

Dan seingetku,album ini jadi album terakhir dengan suara Baim. Karena selanjutnya Baim pun menyusul keluar dari Ada Band.
Disinilah mulai bermunculan rumors bahwa Ada Band bubar. Sepertinya,Ada Band menjadi salah satu band yang ditinggalkan vokalisnya saat itu,dan masa-masa itu memang membuat Ada Band seperti hilang dari peredaran,sampai kemudian sekitar tahun 2002 atau awal 2003 mereka bangkit kembali dengan formasi baru setelah mendapatkan vokalis yang akhirnya memperkuat mereka sampai saat ini. Donnie Sibarani. Pertama kali bergabung,Donnie masih berbadan kurus,ganteng dan bersuara seksi bagus banget. Eh sampe sekarang sih sebenernya masih ganteng dan suaranya bagus,cuma agak lebih ‘gede’ dari pertama kali muncul dulu hihihihi (eh tapi tetep ganteng lhoo hahahha)

Tahun 2003,lahirlah album yang diberi judul “Metamorphosis” ini adalah album pertama setelah Donnie dan Marshal bergabung di Ada Band. Dan luar biasa,banyak yang bilang,album ini disebut-sebut sebagai awal kebangkitan Ada Band. Kenapa??? Karena begitu single pertama muncul dengan suara Donnie,selain lagunya bagus ditambah suara Donnie yang seksi abeesss bikin single pertama dari album ini meledak dengan sukses!!!
Siapa sih yang gak tau dan ga inget lagu “Masih (Sahabatku Kekasihku)” ??
Kalau aku sih masih sangat ingat lagunya,secara dulu bisa berkali-kali muncul diplaylist,karena banyak yang request juga sih hihihi

walau badai menghadang,ingatlah ku kan selalu setia menjagamu
berdua kita lewati jalan yang berliku tajam
resah yang kau rasakan,kan jadi bagian hidupku bersamamu
letakkanlah segala lara di pundakku ini…

Setelah lagu ini masih disusul dengan lagu “Seberkas Kisah Lalu” dan yang juga sangat sering diputer adalah single “Manja”. Gak salah kalo album ini dicatat sebagai album kebangkitan Ada Band karena selain kembali terdengar kencang di radio juga membuat mereka sering tampil di TV bahkan Ada Band juga mendapat pengakuan atas kebangkitan mereka dengan muncul diberbagai ajang penghargaan musik.
Dari 4 album yang mereka hasilkan,sudah cukup membuat mereka bisa mengumpulkan lagu-lagu yang mencetak hits dalam sebuah album the best berjudul “The Best Of Ada Band – Discography” di penghujung tahun 2003.

Kebangkitan Ada Band dilanjutkan dengan peluncuran album ke-5 berjudul “Heaven of Love”. Nah kalo ditanya kapan puncak sukses diraih Ada Band??? Jawabanku adalah album Heaven of Love ini!!!
Album yang direlease tahun 2005 ini menurutku LUAR BIASA. Aku masih inget banget waktu itu,Ada Band menggebrak dengan lagu Manusia Bodoh yang liriknya….ya ampun deh.
…..
Eh intermezzo,lagu Manusia Bodoh ini sempat jadi soundtrack of my life waktu itu hahahha,sumpah kena tusuk jantungku dengan lagu itu,ya gimana ya…berasa sama dengan yang diceritakan di lagu itu,jadi manusia super bodoh gitu hahahha

tiada yang salah,hanya aku manusia bodoh
yang biarkan semua,kini permainkanku berulang-ulang kali
….
kadang akal sehat ini tak cukup membendungnya
hanya kepedihan yang selau datang menertawakanku
kau belahan jiwa tega menari indah diatas tangisanku

GLEK!!!
wes aaah lanjuuuttt…(lha kok malah ng-ariel to) hihihi
Dan Ada Band gak cukup dengan 1 lagu itu mengoyak hatiku,masih ada yang lebih miris lagi,judulnya Setengah Hati. Liat aja tuh,dari judulnya aja udah ketauan kan gimana lagunya….super duper galau. Mungkin kalau jaman dulu udah trend dengan istilah PHP,ini lagu sangat mewakili kamu yang jadi korban PHP alias Pemberi Harapan Palsu.
Lah gimana enggak sih,coba deh perhatian liriknya:

mungkin ku tak akan bisa jadikan dirimu kekasih yang seutuhnya mencinta
namun kurelakan dirimu jika hanya setengah hati kau sejukkan jiwa ini

Ki karepe piye jaaal……nek istilah jowone,ngeculke sirah nyekeli buntut hahahha….hiyuuuh tenan deh.

Cen jinguk kok lagu iki!!
ehem..ini jadi lagu wajib juga sih waktu itu hahaha eh bukan karena aku aja loh,tapi memang best request abeess!!

Selain 2 lagu yang nampol itu,masih ada lagu “Kau Auraku” yang juga gak kalah keren dan sangat sangat populer. Oh iya di album itu nyimpen juga lagu mereka dengan Gita Gutawa,pasti inget dong lagu apa itu,ya iyalah kan ngetop juga tuh. “Yang Terbaik Bagimu” walau sepertinya tidak direlease sebagai single,tapi lumayan naik juga.
Ada 1 lagu yang sepertinya,kalau aku gak salah inget,gak diservis sebagai single,tapi lagunya bagus dan jadi sering diputer juga,judulnya “Kau dan Keajaiban Kecilmu”,aku suka sama lagu itu. Enak.

Kembali lagi dengan pertanyaan,kenapa album ini dianggap sebagai titik puncak kesuksesan Ada Band,dengan lagu-lagu yang aku sebutkan tadi itu aja udah mewakili seberapa sukses album ini,ditambah dengan catatan prestasi yang dihasilkan. Terutama penjualan album “Heaven of Love” ini berhasil mencatat angka penjualan lebih dari 300ribu kopi dalam waktu lima bulan!!!
Jadi gak salah kalau mereka berhasil mendapat beberapa penghargaan,seperti penghargaan double platinum juga penghargaan Quadruple Award atau penghargaan karena mendapat 4x Platinum. Ada Band mendapat penghargaan tersebut karena ternyata album itu berhasil meraih penjualan lebih dari 600ribu kopi.
Yowes kuwilah catatan prestasi yang dihasilkan Ada Band lewat album heaven of Love,dan akupun menjadikan album itu sebagai album favorit.

Selanjutnya,mereka beruntun mencetak album,setelah Heaven of Love di tahun 2005,lanjut “Romantic Rhapsody” di awal 2006, tentu saja masih bertemakan cinta. Dari album ini keluarlah yang kemudian jadi hits, Single “Karena Wanita (Ingin Dimengerti)” terutama,ini lagu ngetopnya juga minta ampun. Sampai-sampai,karena mengangkat tema wanita,banyak produk untuk wanita yang melirik lagu ini untuk jadi theme song nya. Eiitsss….jangan dilupakan lagu yang jleb jleb ini juga,

haruskah ku mati karenamu
terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
haruskah kurelakan hidupku
hanya demi cinta yang mungkin bisa membunuhku
hentikan denyut nadi jantungku

“Haruskah Ku Mati” ini juga sempat jadi top request di tahun 2006 lalu. Dari lagu-lagu yang kemudian menjadikan Ada Band meraih sukses ini,tercipta image bahwa Ada Band ya memang masternya untuk lagu galau seperti itu. Belum lagi ditambah single-single yang bermunculan dari album-album berikutnya.
Dari album “Cinema Story” yang direlease pertengahan 2007, ada 12 lagu, tapi tidak semuanya lagu baru,hanya 6 lagu terbaru mereka diantaranya yang jadi single hits “Nyawa Hidupku” dan “Akal Sehat” .
Jujur mulai dari album ini,aku sudah tidak terlalu fanatik seperti di awal-awal itu. Etapi aku juga ga bilang kalo karena lagu-lagunya ga bagus lho ya….

Setahun berikutnya,Ada Band kembali merilis album,tahun 2008 keluarlah album yang diberi judul “Harmonious” berisi 11 lagu baru dengan hits single “Baiknya”. Oya,Krishna Balagita meninggalkan Ada Band juga di album ini,memang sih,sebagai band romantis tetep ada yang kurang gimana gitu ya setelah ga ada Kirshna,tapi ya sudahlahya….bukan berarti harus berhenti berkarya. Ada Band tetap melanjutkan karya musiknya dengan membuat album baru lagi di tahun 2009. Pokoknya sejak tahun 2004 itu,Ada Band sangat produktif,nyaris setiap tahun merelease album. Setelah 2 album sebelumnya berisi lagu-lagu hits mereka,di album rilisan 2009 “Mystery of Musical” inipun tidak semuanya lagu baru,menjadikan lagu Pemujamu sebagai single andalan dan ada beberapa lagu lainnya diambil dari album “Cinema Story” dan “Harmonious”.

Terakhir,album Empaty,direlease tahun 2011 dengan 2 single hits,”Sendiri” dan “Maunya Kamu”,aku merasakannya,di album ini Ada Band mulai menciptakan lagu-lagu yang istilahnya ‘jualan’ , harmonisasi musik yang simple dan lirik yang gampang di ingat,tak apalah. Oya,menutup album itu,di penghujung tahun 2012 lalu,Ada Band sempat melepas sebuah single lagi,sebuah lagu galau,yang sebenernya,aku suka dengernya,“Takkan Bisa”. Waktu aku denger pertama lagu ini,spontan komentar,”Ada Band nih!!!”. Yess…Aku suka bukan karena lagu ini romantis dan galau,tapi menurutku,Ada Band itu ya seperti ini. Gampangnya,ini lagu ‘Ada band banget’. Menurutku siiih….

Nah…..sampailah di topik utama,hal yang sesungguhnya aku pengen omongin.
Beberapa hari lalu aku menerima lagu barunya Ada Band yang berjudul “Intim Berdua”. Lah terus kok sampe aku jadi pengen menulis tentang Ada Band?? Ya karena….karena menurutku lagu barunya Ada Band ini ummmmm gimana ya bagus siiih….tapi kok gimanaaa gitu.

Usaha yang bagus sebenernya dengan mencoba warna baru,cuma seperti komentar beberapa temen MD ku,ada yang seperti ‘dipaksakan’ disitu.

Yak…berbeda jauh dengan single-single yang pernah diciptakan,dalam single “Intim Berdua” ini bukan saja lagunya yang berbeda,tapi Ada Band mengajak rapper bernama Mansen Munthe mengisi part rap didalamnya.
Kalau mereka bilang,Ada Band ingin membuat music yang lebih dancy dari sebelumnya, bisa jadi single ini sebagai sebuah pembuktian bahwa Ada Band juga mampu menciptakan music yang Up Beat.
Dari sisi suara Donny,gak ada yang berbeda,tetap seksi dan khas,dan dalah hal ini,aku tetap suka. Musiknya sendiri,unik dan beda memang,cheers dan fun,tapi entahlah secara pribadi,aku kehilangan ‘roh’ dari Ada Band yang sesungguhnya.

Ya….benar,aku kehilangan Ada Band dengan lagu romantisnya,hmmmm atau mungkin,ada kejutan lain nantinya dari album baru itu. Yang aku inget,ketika ketemu Marshal dan Donny tahun lalu,ada komentar dari mereka,”Walau ada lagu yang gak biasa,tapi pasti ada yang Ada Band banget kok di albumnya”
Baiklah,aku masih berharap ‘kejutan’ itu beneran ada,lagi-lagi menurutku,ada artis/band yang memang lebih pas membawakan lagu-lagu romantis dan melankolis,salah satunya adalah ADA BAND ini,memang Ada Band tetap lebih pas dengan lagu-lagu romantis gitu ya….gimana menurutmu??

Yang aku tulis disini itu semua persepsiku secara pribadi gimanapun,sebagai seorang Music Director,aku tetap mendukung kreativitas teman-teman musisi,seperti apapun yang mereka ciptakan.

Tapi…tapi….aku sebagai pribadi,boleh dong kalo berharap Ada Band melesat lagi dengan single-single mereka seperti dulu. Atau memang era musik sekarang yang sulit di prediksi??

Semoga teman-temanku musisi tetap tidak lelah berkarya.

Mencoba sesuatu yang baru?? Tidak perlu takut,karena tidak selamanya hal itu akan gagal,bisa jadi malah sebaliknya kan? kalau tidak berani mencoba gimana bakal tau itu akan berhasil atau tidak? iya kan….

Mendapat kritikan? Terima dengan kebesaran hati,karena kritikan selalu dibarengi dengan masukan. Bukan cuma sekedar nyinyir tanpa alasan.

Wooy….aku ndak nyinyir yaaa…..*plak!!!!!

ADA BAND,aku anggap sebagai salah satu band yang justru meraih sukses setelah berganti vokalis

Ada Band with Me

Semoga masih banyak kemungkinan untuk ADA BAND kembali sukses seperti dulu,selalu kompak dan tidak berhenti berkarya.

Keep GALAU guys…..

Syaloom 🙂

~jeci~

Seru-seruan MDrs Jogja di Klathak

Berawal dari ‘ritual’ tahunan,setiap abis lebaran meng-agendakan kumpul bareng temen-temen MD Jogja,dan kami sepakat menentukan hari berkumpul. Ternyata,di saat yang sama ada beberapa temen MD luar kota dan temen label yg sedang di Jogja,akhirnya memutuskan untuk bergabung.
Tempat ditentukan,dipilihlah sate Klathak di jalan wonosari buat kita berkumpul,selalu unik dan rumit setiap kali MDrs Jogja meng-agendakan berkumpul,selalu ada perdebatan seru di grup bbm dari kami. Dari siapa yang bisa dateng sampai bagaimana harus bertemu blablabla hahaha sehari gak cukup buat membahas di grup.
Selalu nyelip guyonan seperti ini :

Bonny Prasetia | Swaragama FM & Radio Jogja Family: Mari kumpluk dsini dl..
** Aug 24 Fri 14:21 **
Bonny Prasetia | Swaragama FM & Radio Jogja Family: Tak gelar ke kloso karo jadah..
** Aug 24 Fri 14:21 **
Bagasz Wicaksono: Foto2 d sana ya mas bon =))
** Aug 24 Fri 14:23 **
Bonny Prasetia | Swaragama FM & Radio Jogja Family: X_X :O 3-| :/ #:-s 😡 :s X_X
** Aug 24 Fri 14:23 **

Berubah-ubah settingan janjian hahaha….beruntung dengan adanya grup bbm,jadi tidak perlu info satu persatu semua bisa update langsung. Akhirnya setelah eyel-eyelan,startingpoint ditentukan di hotel tempat kang Dedles dan Eka menginap. Dan 3 mobil meluncur menuju sate klathak jam 8 malam. Selama perjalanan,tetap aja ada bahan untuk bercanda di grup,terutama awang tuh yang sumpah mawutnya. Terjadilah percakapan seperti ini :



Mungkin,kalo orang yang gak tau percakapan itu absurd,gak jelas tapi itulah cara kami bercanda. Dan memang,biasanya selalu Bulan yang dijadikan obyek untuk saling ceng-cengan antara boni dan awang. Jadi semua itu hanyalah guyonan ‘lokal’ kami yang bikin kami selalu ngakak.

Akhirnya,rombongan sampai juga di sate klathak pak Pong,tentu saja selalu lamaaa menunggu pesenan dateng. Dan kesempatan itu tak dilewatkan Bagas yang terbilang ‘sesi foto mania’ sampai dijulukin si foto saat ini hihihi saking seringnya foto di setiap kesempatan,dimanapun kapanpun.Tapi seru juga,dengan adanya Bagas,selalu ada dokumentasi dalam setiap acara.
Dan inilah kami…..


Dari depan kiri: Abe (Biru Entertain) Jkt,Eka (Trend fm Purwakarta),Bagas (Jiz Fm),Anjar (Aprillio Kingdom),
Belakang: Bonny (Swaragama),aku,Deddi Lesmana Bogor,Fajar Trax Semarang,didepannya ada Awang Geronimo Jogja,terus Bulan Unisi jogja dan Angga Pro2 Jogja.

Selalu menyenangkan bila ada agenda berkumpul seperti ini…..

Me,You and Us

~jeci~

We are: MUSIC DIRECTOR

hari ini…..akun twitterku jecii mendadak isinya tentang noah noah dan noah beberapa diantaranya sampe bbm aku dan bertanya: sebenernya apa sih Noah itu…
Dan yang bertanya itu pasti bukan orang entertain,atau yang tidak terlalu update dengan musik….wajar bertanya seperti itu karena memang seharian temanya hanya itu.
Noah….itu adalah nama baru dari Peterpan,yang notabene adalah band-nya Ariel. Nama baru itu semacam ‘buang sial’ selepas Ariel keluar dari ‘karantina’ sekian lama,menurutku sih begitu. Bukan hal yang baru band berganti nama untuk sesuatu yang baru,entah itu personilnya,musiknya atau bahkan semangatnya yang baru.
Bukan cuma nama band kali’ ya,apapun kadang bisa berganti nama untuk membuang ‘hawa’ lama yang dirasa tidak enak untuk mendapatkan atmosfir baru. Jadi menurutku,sah-sah aja Peterpan memutuskan berganti nama dengan nama Noah dengan harapan ada suasana dan keberuntungan yang baru dan meninggalkan cerita lama yang tidak mengenakkan.
Kenapa tiba-tiba aku bicara soal Noah di blog-ku ini,bukan soal pribadi seperti biasanya? Karena secara pribadi,aku ‘mendapatkan’ energi yang beda disini,bukan Noah atau materi Noah nya,tapi Noah menjadi sarana untuk membuktikan kekompakan dan solidaritas yang cukup tinggi dari kami,para MD yang tergabung dalam Assosiasi Music Director Indonesia atau AMDI.
Yesss….
Musica sebagai label yang menaungi Peterpan atau sekarang adalah Noah,menggandeng radio yang MD nya tergabung dalam grup AMDI untuk memutar perdana secara serentak tepat hari Jumat tanggal 3 Agustus jam 3 sore lebih 8 menit.
Akan pusing membayangkan bagaimana me-range ratusan radio di seluruh Indonesia bila itu dilakukan sendiri,dan Musica tidak mengurus semuanya sendiri tetapi melibatkan AMDI,dimana ada Gilang MD Mustang Jakarta sebagai ketua yang mengkoordinir para MD. Dan disinilah kekuatan AMDI,dengan ‘bagan’ ketua dan dibawahnya ada para korwil (koordinator wilayah) di setiap bagian daerah di seluruh Indonesia. Dari ujung pulau Sumatra,Kalimantan,Sulawesi,Jawa dan Bali,tersebar beberapa korwil yang membackup seluruh kegiatan AMDI.
Dari Aceh,Medan dan sekitarnya ada Hafidz MD Visi Medan dan Arie MD Most Medan. Sumbar,Riau,Jambi,Pekanbaru dan sekitarnya ada Revi MD Sushi Padang. Sumatra Selatan, Lampung dan sekitarnya ada Joy MD Momea Palembang. Lalu daerah Jawa,dari Jakarta dan sekitarnya ada Bhita MD iRadio dibantu temen-temen yang lain,lalu untuk Banten dan sekitarnya ada Yunia MD Banten Radio. Jawa Barat sendiri masih dibagi dengan wilayah Bandung yang punya koordinator sendiri,mengingat Bandung memiliki banyak radio serta banyak MD,ada Bolyn dari Global Radio yang jadi korwilnya,sementara Jawabarat dan sekitarnya ada Deddi MD Lesmana Bogor juga Doel MD Cirebon Fm Cirebon. Untuk Jogja – Jateng dan sekitarnya,aku yang jadi koordinator utama dibantu Reza MD Pro2 Semarang untuk wilayah Utara Semarang dan sekitarnya. Jawatimur ada Jule MD Istara Surabaya. Bali dan sekitarnya ada Erly MD Pinguin dan Wibi MD Phoenix Bali. Kalimantan yang luas ada 2 koordinator,Ikhsan MD M-Martapura dan BengQ MD Balikpapan. Sulawesipun memiliki 2 koodinator, Iko MD Madama Makasar dibantu Giby M-Radio Kendari.
Nah…para korwil inilah yang berada di belakang sang ketua untuk mengkoordinir semua MD di wilayah masing-masing bila ada hal-hal yang urgent.
Tentu saja keberadaan korwil ini sangat membantu bahkan sangat berpengaruh atas kelancaran dan ketepatan waktu dalam mengkoordinir para MD. Dan luar biasanya,semua MD dengan senang hati berkoordinasi dengan para korwil dalam hal apapun.
Contohnya saja dalam hal premiere serentak singlenya Noah ini,dalam waktu cuma beberapa jam,setelah di info oleh ketua korwil Deddi MD Lesmana Bogor (eh iya,untuk para korwil sendiri ini ditunjuklah Deddi MD Lesmana Bogor sebagai koordinator yang memediai antara korwil dan ketua demi kelancaran bersama) semua korwil langsung bergerak cepat,tentu saja dibantu oleh para MD sendiri yang dengan segera menghubungi para korwil untuk berkoordinasi. Alhasil,dalam hitungan jam semua data sudah berhasil dikumpulkan oleh para korwil. Tentu saja tidak lantas langsung beres,karena mengingat banyaknya MD yang tidak semua bisa langsung memberi kepastian. Tapi hanya dengan beberapa hari,semua data fix sesuai deadline dengan terkumpul total 225 radio diseluruh Indonesia!!! Dan itu semua berkat para korwil yang dengan senang hati melayani temen-temen MD di wilayah masing-masing. Good Job Korwil!!
Hasil dari semua itu adalah,tepat sesuai yang direncanakan,jam 3 sore lebih 8 menit di hari Jumat ini,premiere single Noah – Separuh Aku benar-benar di putar secara serentak di 225 radio di seluruh Indonesia,dampaknya,semua pemutaran itu banyak ter-update di twitter,bahkan di timelineku yang nyaris 75% adalah MD,berisi semua info tentang pemutaran perdana single Noah. Tidak sia-sia,update serentak dengan jumlah ratusan itu menembus catatan Twitter Trending Topic World!! WOOW!!!

Trending Topic World

Bisa terbayang kepuasan wajah lelah tim promo Musika Ria dan Mbak Dewi melihat hasil kerja kerasnya membuahkan sesuatu yang mungkin diluar dugaan.
Yah….ini membuktikan,seburuk apapun yang pernah dilakukan Ariel secara pribadi,tidak membuat kami,sebagai media lantas tidak mendukung hasil karyanya. Bagaimanapun,yang kami lihat adalah karya,bukan sekedar sisi buruk attitude dari personilnya.
Dan inilah bentuk profesionalisme kami sebagai MD sebuah radio yang tetap menghargai sebuah karya,selama karya itu memang layak tidak ada alasan buat kami lantas mem-blacklist materinya. Dan ada banyak hal yang mendukung,selain secara materi memang pantas,sebagai band yang pernah sangat populer,Peterpan adalah salah satu band yang fenomenal di Industri Musik Indonesia,menurutku. Bukan saja karya-karyanya yang diawal pemunculannya sangat fenomenal yang akhirnya membawa trend musik tersendiri,diluar sisi buruk yang pernah terjadi,tidak menutup mata bahwa Peterpan sempat mencetak prestasi tersendiri di dunia musik Indonesia.
Akhirnya,selamat buat Noah. Say goodbye to Peterpan and say Hello to Noah!!!
Semoga karyanya yang baru ini menambahkan warna di indistri musik Indonesia. Dan menciptakan fenomena baru yang semoga bisa jadi semangat positive untuk musisi-musisi lainnya.
Bila banyak orang memprediksi bahwa kehadiran Noah akan menggeser trend musik Boyband/Girlband atau genre musik tertentu,aku tidak sepenuhnya sepakat dengan hal itu,kenapa? Karena menurutku aliran musik mereka berbeda,dan pasti punya pasar yang berbeda juga.
Menambahkan trend,bisa saja itu terjadi…tapi tidak menghilangkan trend yang ada. Bisa jadi begitu.
Dan harapan terbesarku atas hadirnya Noah ini adalah,bisa menjadi panutan musisi-musisi baru,baik itu secara musikalitas ataupun attitude,dan menurutku,justru attitude-lah yang utama. Semoga…
Sekali lagu,semoga sukses untuk Noah. Dan tentu saja bravo MD’rs!!!
Great Job buat ketua AMDI,dan para korwil. Keep brotherhood!!

Kita adalah sebuah ‘keluarga besar’ yang tetap menjunjung tinggi profesionalisme dan kebersamaan sebagai MUSIC DIRECTOR!!

Keep Spirit High! Me,You and Us !!

We are MUSIC DIRECTOR!!!

Syalom
~jeci~
Music Director RCM Radionet

KELLY CLARKSON – MR.KNOW AT ALL

Rasa-rasanya saat sekarang ini semua artis harus berhadapan dengan kenyataan pahit bocornya lagu-lagu mereka, bahkan hingga sealbum penuh di internet, sebelum kedatangan jadwal rilis yang resmi. Lebih buruk lagi yang menimpa kepada Kelly Clarkson, saat album kelimanya akan dirilis, lagu-lagunya justru berkeliaran dengan bebasnya, bahkan sudah diputar di radio2. Tapi ini enggak langsung membuat Kelly gusar. Karena apa yang sebenarnya ia rasakan terhadap hal buruk yang menimpanya ini dituangkan dalam single terbarunya ‘Mr. Know It All’ yang dirilis pada awal September ini. Yang membidangi penulisan dan proses produksinya adalah Brian Kennedy, Ester Dean, Brett James, dan Dante Jones. Mereka juga yang hadir di debut single Pia Toscano belum lama ini.

Apa yang ingin disampaikan oleh Kelly Clarkson lewat single-nya ini adalah keberaniannya berkonfrontasi dengan pihak yang menyudutkannya, baik dari segi musik maupun dari pribadinya. Kelly dengan tegas menyuarakan perasaannya, antara lain dengan menggelari pihak tersebut sebagai “Mr. Know It All”, berasa tahu segala-galanya. Enggak salah juga sih Kelly berlaku demikian. Belakangan, media berasa perlu banget untuk membocorkan segala sesuatu dari Kelly. Mulai dari lagu-lagunya, lirik ke single terbarunya ini, dan masih banyak lagi. Hal ini yang menginspirasi Kelly dan tim untuk membuat wall of doubt yang ditampilkan di video klipnya. Berisi segala sesuatu yang memuat tentang Kelly dari berbagai media. Ditempelkan di sebuah dinding yang dijadikan latar saat Kelly tampil. Wall of doubt ini juga memisahkan Kelly dan band-nya, gambaran usaha mereka-mereka yang ingin membuat sang American Idol ini terkucil. Hingga pada akhirnya, Kelly bertumpu pada kekuatannya sendiri untuk menyelamatkan diri dari upaya tersebut. Hasilnya, saat wall of doubt tersebut runtuh, ternyata hal yang indah disongsong di seberang sana. What a beautiful message!

Selain itu, Kelly juga kembali ingin membuat pandangan sempit segelintir oknum yang merasa bahwa kecantikan hanya didapat dari kelangsingan tubuh. Nyatanya, Kelly tampil sangat cantik dan anggun sembari dirinya masih bisa nge-rock dalam lagunya. Sassy, huh?! It’s also fierce! Lagi, struktur lagu yang dinilai mirip hit dari Bruno Mars ‘Just The Way You Are’ adalah tantangan lain bagi Kelly dalam memperjuangkan single-nya ini. Pergerakan musik dan penggunakan instrumen yang identik dengan lagu tersebut sedikit banyak memicu komentar miring lagi terhadap Kelly. Mengacu pada lirik di dalamnya, “So what you’ve got the world at your feet//And you know everything about everything//But you don’t”

Kelly memimpin barisan buat siapapun yang berada seperti di posisinya saat ini. Ini saatnya stand up and fight! Temukan kekuatanmu pada pesan yang disampaikan Kelly di single ini. Niscaya kehidupanmu akan jauh lebih bermakna dan bernilai daripada apa yang orang lain coba ciptakan untukmu. Hidup tidak terbatas pada apa yang orang lain katakan.

Thanks to : Welly Creativedisc @ http://www.creativedisc.com 

single-of-the-day-kelly-clarkson-mr-know-it-all