Lifestyle

#5 This Is Me!


5 Fakta soal diri sendiri

Ini tema yang paling aku sukai, ngomongin diri sendiri.

Jadi aku tu……ibarat buku yang terbuka, dimana setiap orang bisa membacanya. Nggak ada rahasia, kalaupun ada fakta yang orang nggak tau, bukan karena aku rahasiakan, cuma karena mereka ga pada nanya aja. Kalau ditanyain pasti aku jawab apa adanya.

Issshhhh lagian siapalah aku sampai orang mau sekepo itu pengen tau tentang aku sih hahahha

Ya sudahlah. Karena temanya adalah nyebutin 5 fakta tentang diri sendiri, aku ceritakan aja yang mungkin jarang banget orang tau.

1. Bungsu dari 5 saudara.

Aku anak kelima, kakakku 4, yang sulung laki-laki, satu-satunya laki-laki. Puji Tuhan semua kakakku masih diberi kesehatan sampai sekarang. Kalau ada mitos anak bungsu itu biasanya paling beda dari saudara-saudaranya, bisa jadi bener sih. Sebagai perempuan, badung banget waktu kecil sampe remaja, temennya laki semua. Beda dengan kakak-kakak perempuanku yang normal sebagaimana perempuan pada umumnya. Mungkin karena badung itu jadi kadar kenekatannya diatas rata-rata. Asal udah punya mau ya nekat aja walau ditentang orang tua (ini jangan ditiru, contoh nggak baik). Tapi kalau aku ga nekatan, mungkin ga punya cerita hidup yang berwarna hehehe

2. Sebagai orang tua tunggal dari seorang putri.

Aku punya putri 1, udah gede. Udah kerja pula. Kalau lagi jalan bareng ya kaya kembaran lah *dih
Aku tidak selalu mendampingi dia, ada masa-masa dimana kami terpisah tempat. Baru ketika gede barengan lagi di Jogja, sampai dia tamat SMK. Berpisah lagi ketika dia mendapat tawaran kerja di Jakarta. Sekarang gantian aku yang nyusulin dia ke Jakarta, dan bersama lagi. Nantinya aku bakal cerita banyak deh tentang kami, aku dan sceiva. Putri semata wayangku.

3. Sebagai ‘mami kandung’nya Sceiva, tapi jadi ‘mami virtual’nya banyak orang.

Biasanya, kalau yang memanggil aku ‘mbak’ atau ‘kak’ pasti orang yang baru kenal aku. Atau orang yang hanya sekedar ketemu dan sambil lalu aja. Begitu mulai dekat dan akrab, secara otomatis berubah panggilannya jadi ‘mami’.
Kalau merunut awal mula dipanggil mami itu kira-kira 10 tahunan yang lalu. Aku punya teman-teman sekumpulan, alias anak-anak muda yang deket banget dan sering kumpul-kumpul entah itu cuma ngopi bareng atau hangout bareng. Karena aku selalu berlaku seperti ibunya mereka, yang galak, cerewet, ngomelan tapi menyayangi mereka, akhirnya ada salah satu yang entah gimana manggil aku ‘mami’, lalu setiap ketemu ya otomatis aja dia manggilnya ‘mami’. Sampai-sampai orang lain kalau ketemu dia, nanyanya “Mami mana?”, lama-lama semuanya manggil ‘mami’. Dari mereka lantas menyebar kemana-mana, sampai ke lingkungan pekerjaan. Semisal ada anak band ke Jakarta, ada yang nanya, “Di Jogja kenal Mami gak?”, itu sudah pasti yang di maksud adalah “Mami Jeci”. Begitulah, sampai sekarang nggak cuma anak band, label, management artis atau MD saja yang memanggil aku ‘mami’. Kalau anakku bilang, “Mami itu anaknya banyak” hehehe

4. Buta arah, selalu nyasar.

Banyak yang bilang, “Jangan tanya arah sama mami deh, bakalan tersesat”. Aku nggak bisa marah kalau dibully begitu, ya gimana, kenyataannya emang begitu. Entah kenapa, setiap kali mau ke tempat baru, misalnya diajak meeting atau menghadiri suatu acara, begitu liat tempatnya, belum nyari udah pusing duluan. Bahkan kalau merasa asing, beneran sampe mules.

“Kan bisa pake GPS”, mungkin akan pada bilang gitu, tapi aku kasih tau aja bahwa aku tuu ya nggak bisa baca GPS, tetep aja nyasar!!
Paling pening tu kalau diajak janjian di Mal, duh baru masuk Mal udah pusing kepalaku, pasti nggak nemu juga tempatnya.
Dan aku sangat bahagia dengan adanya taksi dan ojek online, berkat mereka, aku percaya diri kalau mau kemana-mana. Tinggal duduk manis, nyampe deh tempatnya. Kalau ditanya drivernya, “Mau lewat mana bu”, aku jawab “Mana aja deh pak, yang penting nyampe”. Aman.

5. Benci warna kuning, dan phobi ulet bulu.

Seperti mengada-ada ya kok benci warna kuning. Tapi ya ini nih sama dengan orang yang takut balon, takut cicak, bahkan takut ayam atau muntah kalau liat pepaya. Ya semacam itu.

Setiap kali melihat benda berwarna kuning, aku selalu mendesah, “Kenapa di dunia ini harus ada warna kuning”, atau “Kenapa sih harus warna kuning? Kan banyak warna lainnya!”. Entah berawal darimana dan nggak ingat juga mulai kapan aku benci warna kuning. Kadang sesak nafas aja kalau terpaksa berlama-lama liat warna kuning.

Dulu malah ekstrim banget, bisa tiba-tiba melempar benda yang aku pegang ternyata berwarna kuning. Suatu kali pernah ada acara kumpul-kumpul di tempatku, ada satu anak yang dateng dengan baju warna kuning. Begitu aku liat, nggak bilang apa-apa tapi langsung nyodorin kaos, “Ganti baju gih”. Dengan kebingungan dia ya nurut aja ganti baju, setelah itu baru dijelasin sama anak-anak lain, “Kamu sih pake baju warna kuning, disuruh ganti kan”.

Beneran mengganggu kebencianku dengan warna kuning ini, gimana enggak, aku kan nggak bisa ngatur orang jangan pake warna kuning kalau di tempat umum, apalagi yang aku nggak kenal.

Karena aku sadar ini sangat mengganggu, aku mulai menerapi diri sendiri. Kalau tiba-tiba ketemu warna kuning, aku cukup bilang ke diri sendiri,”Nggak papa, cuek aja”. Berdamai dengan diri sendiri. Lumayan berhasil sih, karena sekarang aku nggk seekstrim dulu kalau liat warna kuning, pura-pura gak tau aja kalau itu warna kuning hehehhe

Yang masih belum bisa hilang itu adalah takut ulet bulu. Jangan pernah kagetin atau takut-takutin aku dengan ulet bulu, daripada repot nggotong aku karena pingsan. Ini lumayan serius sih. Bahkan cuma nulis gini aja, aku udah merinding dan gemeteran. Sigh.

Salam kenal dari Mommy Jeci, mami kandungnya Sceiva, dan mami virtualnya banyak orang.

 

Syalom,

~mommyjeci~

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s