Lifestyle

Ini Nggak Penting, Nggak Usah Dibaca


Seperti membuka lembaran baru…..

Setelah tulisan di blog ini terhenti sejak Desember tahun 2016 yang lalu. Yah. Hampir 2 tahun tidak ada tulisan baru. Tidak ada cerita baru yang tertulis.

Kalau mau dipertanyakan apa alasannya, jawabannya akan menjadi absurd. Nggak jelas. Bisa jadi terlalu sibuk menjalani kehidupan nyata yang semakin sulit? Atau dasarnya males? Niat doang tapi ga gerak. Sama aja boong sih.

Kalau maujawab,”Lagi ga punya ide”. Halah. Macam blogger apalah sok-sok’an pake alasan ga punya ide, nulis ngawur aja ga bisa apalagi nulis bener. Jadi alasan yang itu kayaknya terlalu ‘enggak banget’.

Masih sering ngomong sendiri. Masih sering pikiran ini sibuk dengan berbagai macam hal. Yang mungkin kalau mau dituliskan, bisa jadi ratusan tulisan. Itu kalau niat.

Ya sudah. Apalah arti banyak ide di kepala kalau ga pernah dituangkan jadi sebuah tulisan. Lagiaaaan yaaaa….sok-sok amat sih mau ala ala nulis nunggu ide segala, emang mau nulis apaan. Macam banyak pembacanya aja hakhakhakhak….

Jadi. Blog ini sekarang nggak aku sambungin kemana-mana. Kalau dulu, sibuk tarok link dimana-mana biar kalau ada tulisan baru ketauan orang terus pada baca. Haaasyaaaah!!

Rasah aneh-aneh.

Kalau dulu banget, rajin bikin catetan di buku harian. Kalau sekarang ya menyesuaikan lah, udah era digital yaaaa jadi anggep aja ini buku harian versi digital.

Kalau duluuuu banget, abis nulis buku harian sibuk ngumpetin buku jangan sampe ketauan orang, bahkan sampe punya buku harian yang ada gemboknya (walau tetep aja sih ketauan ibuk, dirusak gemboknya ya tetep aja bisa dibaca heuheuheu), kalau sekarang pengen ga ketauan orang ya balik aja nulis di buku harian. Manual. Iya toh….

Jadi gitu, alasanku pengen balik lagi ke blog ini ya cuma sekedar biar kepalaku ga penuh dengan banyak pikiran. Biar gak lupa aku pernah mikir atau kepikiran apa.

Jangan berharap di blog ini bakal nemu tulisan berkualitas seperti tulisan para blogger yang kerap menang lomba atau yang pembacanya ratusan bahkan ribuan itu. Jangan ketinggian ekspektasi bakal nemu review tentang apalah apalah yang berguna buat pembaca seperti blog temen-temenku yang pandai nge-review produk itu.

Ini blog ku, ini ceritaku, ini keluh kesahku. Kalau ga sengaja mampir ke blog ini dan terasa bosan dan gak penting ya udah tutup aja. Lewatin aja. Gak usah baca-baca lagi.

Dah gitu aja.

 

Syalom,

~jeci~

3 thoughts on “Ini Nggak Penting, Nggak Usah Dibaca”

  1. persis banget mbak, yg ditulis mbak persis sama dengan yang tak rasain #halah, dan akhirnya notif ini muncul di emailku, dan ternyata, saya juga macet nulis blognya hahaha, hmmm jadi tergerak untuk nulis lagi saya nya.,, 😀

    Like

    1. Nah itu hahahha semakin kelamaan ga balik nulis blog,bakalan ga terasa lewat setahun dua tahun kosong aja terus blognya hahahha
      Ini aku mulai ‘membakar’ mood nulis lagi, kayaknya, buat memancing selera nulis, kudu ada panduan tema deh. Itu yang aku lakukan, kebetulan dikasih info soal blog challenge yg tiap hari kudu nulis dengan tema yang sudah ditentukan. Temanya sangat personal, jadi aku tertarik, dan ternyata cukup ampuh juga memulihkan rasa enggan nulis. Cobain deh..
      btw, makasih ya udah mampir ke blog ku yang absurd ini hehhee

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s