Chapter 1 ~ Friendzone Area


Akrab iya, saling sayang iya, saling membutuhkan iya, saling mengisi hari iya, saling jatuh cinta entah, gak jadian juga sih endingnya.

Kemana-mana barengan, saling sayang sih iya. Tapi gak pernah ada yang bicara soal perasaan masing-masing. Sampai pada saatnya salah satu beneran pake hati. Jatuhcintalah dia. Bagaimana tidak, cuma sekedar makan aja pasti cuma dia yang diandalkan buat nemenin. Semuanya mengalir tanpa paksaan, seolah keduanya sama-sama jatuh cinta. Menahan perasaan sudah santapan harian setiap kali bersama. Ingin mengatakan cinta? Sepertinya terlalu mengambil resiko. Dirasa itu tidak perlu karena apalah artinya ungkapan cinta, toh setiap hari bersama dan saling mengisi kesenyapan.
Sampai suatu saat, ketika rasa cinta makin membuncah, didapati sebuah kenyataan bahwa, si dia kembali ke pelukan orang terkasihnya. Keindahan yang pernah terjadi hanya semacam selingan pengisi waktu dimana tetap bisa merasakan senang dan bahagia tanpa sebuah tuntutan tanggungjawab. Dan sebagai permainan cantik untuk tidak merasa melukai. Toh tidak pernah ada kesepakatan bersama saling memiliki. Bahkan bicara soal perasaanpun tidak.
Harapan bahwa si dia juga mencintainya adalah ZONK belaka.
Akrab iya, saling sayang iya, saling membutuhkan iya, saling mengisi hari iya, saling jatuh cinta entah, gak jadian juga endingnya.

Selamat, anda memasuki wilayah bagian FRIENDZONE.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s