Much of your pain is self-chosen


Seperti halnya hidup, selalu diperhadapkan pada banyak pilihan, termasuk harus memilih bahagia atau tidak. Karena kondisi paling menyedihkan pun, kita masih bisa melihat celah untuk membuat kita tetap bisa bahagia, walau itu sekedar membuat bibir kita tertarik keatas membentuk senyum tipis.

Permasalahan hidup, tidak selamanya terjadi karena kesalahan kita sendiri. Ada kalanya datang tanpa kita duga, seperti Tuhan sedang benar-benar menguji kesabaran kita untuk tetap tegar menghadapi dan mengatasinya. Atau tidak jarang, ketidak bahagiaan itu sebenarnya kita sendiri yang membuatnya. Dan menurutku, justru ini yang seringkali terjadi.

Begitu mudahnya orang mengeluh tidak bahagia atas masalah-masalah sepele. Ya mungkin ukuran masalahpun tidak bisa di sama ratakan, tapi setidaknya kita bisa mencoba realistis, masalah mana yang benar-benar memampukan kita untuk mengeluh tidak bahagia. Atau bisa saja itu hanya semacam kegundahan kecil yang sebenarnya bisa dengan mudah kita atasi.

Menurutku, tinggal gimana caranya mencari sisi yg membuat bahagia diantara ketidak bahagiaan itu. Karena hidup itu dinamis, tidak selamanya mulus sesuai harapan yang mudah membuat kita bahagia. Tapi, bila ada saat tertentu kita harus merasa sedih, tidak perlu dilawan dan ditolak juga. Nikmati sajalah. Karena kadang kita juga perlu merasakan kepedihan. Selama kita benar-benar tau ukurannya. NO DRAMA.

Sometimes, you’re just creating your own little drama.

Seberapa banyak kepedihan yang dirasakan itu adalah pilihan kita sendiri. Mau terus berkubang dalam larutan kepedihan berlama-lama, atau segera memutuskan bangkit dan mengubah kepedihan itu menjadi sebuah kebahagiaan. Its your choice.

Seperti juga yang mengganggu kebahagiaan kita adalah ketika mengetahui suara-suara tidak menyenangkan dari orang lain tentang kita. Yah, kita memang gak bisa membungkam orang untuk berhenti berkomentar. Tapi melayani hal itu juga hanya akan menguras energy, karena kita tidak bisa berharap semua orang menyenangi kita. Dan hak mereka juga untuk tidak senang terhadap kita. Asalkan kita sendiri meyakini bahwa kita tidak dengan sengaja membuat masalah terhadap orang lain. Itu saja sudah cukup untuk membuat kita bisa mengesampingkan suara-sura yang mendengung seperti suara tawon itu. Tak perlu drama dan banyak cakap membuat sebuah pembenaran yang ditujukan ke orang-orang yang tidak menyukai kita. Biarkan, kita hanya perlu lebih hati-hati dengan sikap dan perkataan kita. Mungkin sederhananya begitu.

Yang terpenting,

Kita layak bahagia,bila orang lain dianggap tidak cukup membahagiakan kita. Bahagiakanlah diri kita sendiri dengan cara apapun yang kita mampu.

“No matter how hard you try, you simply can’t be liked by everybody. Let go of your approval seeking behavior. Mind your own business.

Live your life the way you want to live your life

Syaloom,

~jeci~

Tulisan menjelang angka 45, mengingatkan diri untuk mencoba selalu berbahagia atas apapun yang terjadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s