Hits Maker VS Hits Player


radio

Bersyukurlah kalau kita berada di sebuah radio hits maker,memutar lagu-lagu baru,dan tidak kehilangan client atau pemasang iklan yang artinya,masih membuat radio itu tetap bertahan hidup.
Aku,rindu berada di sebuah radio hits maker. Dimana aku bisa memberi kesempatan kepada materi-materi baru untuk dikenal oleh pendengar.

Sedikit kesulitan mencari kalimat yang pas untuk memulai tulisan ini.
Sebuah tulisan yang mengendap lama di pikiranku bahkan hatiku. Sudah sangat lama aku ingin memuntahkannya dalam sebuah tulisan yang panjang di blog ini. Tapi selalu saja setiap membuka blog,pikiran itu lantas menguap. Dan kalau akhirnya sekarang aku teringat untuk menuliskannya,ini gara-gara tulisan @nunoorangeย http://poetrasoekardi.wordpress.com/2014/04/24/post-24-2014-yang-paling-top-dan-populer/#comment-513 ย yang sudah memuntahkannya lebih dulu.

Aku ingin bicara banyak tentang fenomena yang terjadi dalam sebuah bisnis radio,dimana nyaris semua management radio berlomba mengubah format musiknya demi sebuah tujuan: PROFIT!!

Sebuah fenomena yang pasti bertolak belakang dengan hasrat hati dan idealis para Music Director. Aku yakin itu. Mungkin sedikit yang setuju dan meng-amini bahwa keputusan mengubah format itu adalah yang terbaik dan menyenangkan.

TENTANG APA SIH INIIIIII???????

Mumpung masih seger setelah baca tulisan Nuno,yang seperti mengingatkan aku untuk segera menuliskannya sebelum kembali menguap. Seperti biasanya. lol.

Ini tentang format musik di Radio, Hits Maker atau Hits Player.

Aku ingat bertahun-tahun yang lalu,cukup kenceng sebuah radio besar di Jakarta yang meng-claim sebagai radio hits maker. Dan menurutku,itu bukan omong kosong,karena terbukti,radio itu mampu membuat musik yang tidak dikenal menjadi dikenal bahkan terkenal!!

Baiklah,sepertinya harus aku jelaskan dulu apa itu HITS MAKER dan HITS PLAYER.

Hits Maker,itu mungkin terjemahan bebasnya adalah PENCETAK HITS. Yap. Radio dengan format musik ‘Hits Maker’ ini,mengedepankan musik-musik baru,dari artis baru bahkan,dan memutar secara terus menerus atau push airplay,sampai akhirnya pendengar mulai notice bahwa ada lagu baru yang bagus dan layak di sukai. Ini terjemahan bebas versiku.

Sementara Hits Player,adalah radio yang hanya memutar lagu-lagu YANG SUDAH MENJADI HITS. Gitu aja sederhananya.

Aku seperti dikembalikan ke beberapa tahun silam,dimana aku pernah bertengkar hebat sama bos radio ku hanya karena aku mempertahankan untuk tetap memutar lagu-lagu yang sangat baru,minimal di programku dimana aku memang siaran di acara lagu-lagu baru. Pertengkaran ini terjadi ketika aku menolak untuk memutar lagu yang sudah ‘basi’,maksudku basi disini adalah lagu yang sudah ngetop beberapa bulan yang lalu. Pertengkaran itu berakhir dengan punishment, off siaran 3 hari!! Dan aku gak peduli. Aku tetap meneruskan apa yang sudah aku mulai. Tetap memutar lagu yang masih sangat baru,hanya saja lebih ‘bermain’ cantik dari sebelumnya hahaha. Jadi tetap ‘aman’ dan tidak berkonflik dengan management. Itu kejadian ketika aku masih jadi penyiar muda yang idealisnya masih sangat tinggi. Tiap hari berantem hanya karena mempertahankan idealisme sendiri hahahaha so stupid i am!!

Begitu pula aku pernah berdebat dengan partner kerja di radioku yang lain,ketika aku sudah menjadi MD. Aku memutuskan untuk menjadi ‘hits maker’,bukan sekedar karena idealisku tapi karena format radioku saat itu juga sebagai radio anak muda. Jadi menurutku sah-sah aja dengan format musik itu.

Dan sekarang,kemana radio-radio hits maker itu??? Satu persatu dominasi HITS MAKER runtuh,dan kemudian mengibarkan bendera sebagai radio HITS PLAYER.

Mengapa???
Seperti prologku diatas tadi,demi mempertahankan dan meningkatkan profit radio.
Lantas apa hubungannya??
Dengan kondisi sekarang,dimana radio dianggap tersisih dengan adanya internet dan media visual sehingga perlu sebuah perubahan untuk membuat radio itu tetap hidup. Dan salah satunya adalah content lagu yang dijadikan kambing hitam untuk di obrak-abrik.

Radio yang memutar lagu-lagu baru atau lagu yang sangat baru dianggap mengurangi ketertarikan pendengar,dan itu mempengaruhi pihak sponsor untuk placement di radio tersebut. Sehingga,pihak management radio mengubah format musik menjadi hits player alias hanya memutar lagu-lagu yang sudah menjadi hits.

Begitukah???
Anggap saja begitu.
Lantas pertanyaannya?? Atas dasar apa lagu itu dinyatakan SUDAH JADI HITS???

Pendapat sederhana dan gampangnya adalah,kalau sudah sering diputar radio lain. Lalu,radio lain itu memutar lagu itu berdasarkan apa? sudah jadi hits dimana?? Di TV???
Halooooooo????? Bukannya TV saja baru bisa menampilkan penyanyi itu kalau lagunya sudah populer di radio???

Pada akhirnya,kami para MD harus rajin-rajin memantau radio tetangga buat memastikan lagu apa aja yang sudah diputar. Tapi apakah eranya sudah harus demikian???
Sampai pada akhirnya,semua radio hanya memutar lagu yang sama. Mungkin sebagai MD, aku akan bosan dengernya,bahkan penyiar juga akan bosan memutarnya. Tapi pada akhirnya akan ada sebuah pernyataan,

“MD dibayar untuk bosan denger lagu” atau “Penyiar dibayar memang untuk bosan muter lagu yang itu-itu saja”. Dengan alasan,seperti itulah keinginan pendengar.

Entahlah,kenapa sulit sekali aku menerima pernyataan itu. Dulu,yang aku tau,radio perlu meng-edukasi pendengar dalam hal lagu. Bukan hanya secara content program,tapi lagu pun punya andil bisa meng-edukasi pendengar. Dalam pengertian,pendengar kita beri tahu bahwa ada lagu baru,dari penyanyi yang baru tapi lagunya enak dan layak di dengerin. Setidaknya, pengetahuan pendengar atas penyanyi itu bertambah. Atau,selera musik pendengar juga akan bisa kita bentuk melalui lagu yang kita sajikan.

Pertanyaanku selanjutnya,apakah ‘edukasi’ itu masih berlaku saat ini? Dimana pendengar sengaja di cekok’in lagu yang itu-itu saja yang notabene lagu yang sudah populer dengan penyanyi yang sudah ngetop juga?

Aku rindu berada di sebuah radio yang tetap konsisten menjadi hits maker. Walau kalau mau gampang, dengan format hits player,sebenernya itu sangat memudahkan MD. Gimana nggak?? Toh kita ga perlu capek-capek fokus kuping buat dengerin lagu-lagu baru yang potensial jadi hits. Ripping aja semua materi yang datang. Pending di folder dulu. Lalu cek radio-radio tetangga dan ngintip chart mereka,dan pilih lagu-lagu yang kiranya sudah populer disana. Masukin playlist. SELESAI!! Gampang dan enteng kan??? ITU SEHARUSNYAAAAA……

Tapi menurutku,tetap saja ‘nyawa’ sebagai MD jadi sedikit rapuh. Karena kepuasan kami adalah ketika ‘menemukan’ lagu baru yang bagus walau dari penyanyi baru,kemudian kita playlist,lalu menjadi hits setelah banyak pendengar yang suka dan sering me-request-nya. Dan……..violaaaa!! radio lainpun mengikuti jejak kami lantas ikut memutar lagu tersebut.

Melihat kondisi tersebut,berarti,tetap masih dibutuhkan toh sebenarnya radio hits maker itu????

Tapi kenyataan sekarang seringkali memang pedih menjadi radio hits maker. Kenapa? Karena,kami yang menaikkan lagu itu,kami yang mempopulerkan lagu-lagu itu dan banyak radio mengikutinya,tapiiii….pada akhirnya pemasang iklan memilih RADIO HITS PLAYER untuk placement. PEDIH BUKAN????

Menurutku,begitulah ‘vicious chain’ nya (kalau boleh aku sebut demikian). Jadi,kalau semua radio berlomba mengubah format menjadi hits player,lantas siapa yang akan menjadi hits maker? siapa yang akan membuat lagu menjadi hits lebih dulu? Damn!! kenapa aku jadi se-emosi ini?

Pertanyaanku selanjutnya. Kalau semua menjadi hits player,dimana sebuah lagu baru akan diputer beberapa bulan kemudian,atau menunggu sampai lagu itu ngetop dulu. Apa kabar penyanyi baru? Apa kabar materi baru?? Siapa yang akan memutar lagu-lagu mereka???

Sekarang,makin banyak materi baru,lagu baru dari penyanyi baru dengan berbagai macam genre. Pun tidak sedikit diantaranya yang menurutku bagus dan layak di airplay high rotation.

Aku pernah berdebat dengan seseorang yang mengkritik playlistku dimana disitu 75% adalah lagu yang masih benar-benar baru bukan saja lagunya yang baru tapi penyanyi baru dari label yang baru juga.

Dia bilang, “Lagu kok asing semua,lagu kok gak terkenal semua” intinya seperti itu.
Lalu aku jawab,”GIMANA LAGU ITU BISA DIKENAL DAN TERKENAL KALAU GAK PERNAH ADA YANG MEMUTARNYA???” Iya,aku emosi saat itu.

Tapi jawabanku itu bukan tanpa dasar dan tanpa alasan.
Menurutku,sesuatu yang simple aja. Sebuah lagu akan menjadi dikenal kalau ada yang memutarnya di radio.
*Eh ini aku bicara tentang radio ya,bukan media yang lain*

Gimana lagu akan menjadi dikenal atau bahkan terkenal kalau gak ada satupun radio yang memulai untuk memutarnya???

Sesederhana itu konsep berpikirku.

Terlepas dari segi bisnis,memang orientasi MD dan program ini sangat berseberangan dengan management yang harus memikirkan profit. Sangat paham.

Aku,rindu berada di sebuah radio hits maker. Dimana ada sensasi sendiri ketika menemukan sebuah materi baru yang benar-benar baru tapi secara insting lagu ini bisa jadi hits. Inilah salah satu peran MD,harus terus menerus mengasah feeling dan insting atas potensi sebuah lagu.

Aku,rindu berada di sebuah radio hits maker. Dimana ada kepuasan tersendiri ketika mem-blow up sebuah lagu baru yang kemudian banyak pendengar suka,sering di request,dampaknya lagu itu jadi terkenal.

Aku,rindu berada di sebuah radio hits maker. Dimana hanya dengan sarana itulah aku bisa membantu teman-teman artis pendatang baru yang memiliki materi bagus dan layak di dengar,bisa menjadi dikenal orang.

Seandainya,semua radio menjadi hits player. Lalu bagaimana para pendatang baru??? Harus menunggu berapa lamakah lagu mereka akan diperdengarkan?? Atau bahkan bisa saja lantas hilang dan tenggelam tanpa sempat di perdengarkan ke pendengar. Cukup menyedihkan memang.

Lebih menyedihkan lagi ketika pernah ngobrol dengan seorang teman yang juga MD,tapi berpikir,”Kita kan digaji kantor (radio) bukan artis-artis baru itu,jadi ya harus mikirin kepentingan radio kita dong”.
Iya,itu benar. Tidak juga salah. Hanya saja,tidakkah kita sebagai MD punya sedikit saja naluri mencetak hits di radio kita??

Ah aku sudah ngelantur…..

Tapi aku tertarik dengan kalimat dari Nuno,MD dari Gajahmada Semarang di blognya:

“Saya nggak bilang kalo MD radio sekarang ini nggak banyak yang begitu. Masih sangat banyak. Mereka masih memprediksi apakah sebuah lagu akan hits atau tidak. Mereka masih terus melatih insting musikalitas mereka. Tapi dimasa sekarang, semua dilakukan demi diri sendiri. Tidak untuk pendengar”.

Begitulah……

Jadi,maafkan kepada para penyanyi pendatang baru. Bila materi kalian belum punya kesempatan masuk di dalam playlist. Bukan MD yang tidak menginginkannya, tapi lebih kepada format musik radio yang sudah di tentukan oleh managemen radio masing-masing.

Tapi jangan kuatir,aku masih melihat banyak radio di daerah (sebut saja begitu) yang artinya,bukan di kota besar,masih bersemangat memutar lagu baru.

Yess!!! Jadi sekali lagi,JANGAN SEPELEKAN RADIO DI DAERAH!! Karena sebenarnya,radio-radio itulah yang support penuh atas materi baru kalian. Sampai akahirnya kemudian jadi hits dimana-mana,lantas?? Radio kota besar jadi ikut memutarnya.

Strategi promo kalian?? Silahkan di balik. Lempar ke radio-radio daerah,fokuslah disana,biarkan keberuntungan yang akan berlaku sehingga lagu kalian terdengar sampai ke kota besar,dan radio-radio di kota besar ikut memutar lagu kalian.

Sepertinya begitu dulu.

Malem minggu yang enggak banget!! Malah membahas beginian hahahha…

Selamat malam minggu Jeci,yang rindu berada di sebuah radio hits maker ๐Ÿ™‚

Syaloom,

~jeci~

Advertisements

4 thoughts on “Hits Maker VS Hits Player

  1. HWahahahahahahhha!!!

    Akhirnya…muntah juga di blog setelah sekian lama MALES!!!

    Yaaakh..sekarang main aman saja, sembari benar2 memilih mana lagu baru yg benar2 oke buat diputer di radio kita.

    Etapi, lagi-lagi…kriteria Oke itu yg seperti apa? Hahahahahha…

    Ya gitu deh…pokoknya oke menurut kita dulu keles yey..? Sisanya serahkan pada pendengar..suka atau tidak.

    Like

    1. ente emang paling bisa memancing nafsu ku ngeblog hahaha selalu adaaaa aja tema yang sebenernya ngendap juga di kepalaku tapi gak pernah memulai nulisnya hahhaa

      Iya akhirnya muntah juga ini hahhaha…..ya gitu deh…main aman aja,tapi masih untung sih aku punya Paduka yang bisa geber lagu-lagu sangat baru….tanpa intervensi dari management,sayangnya aku gak incas langsung disana hicks syedih ๐Ÿ˜ฆ

      Like

  2. Suka bagian yg ini:

    Yess!!! Jadi sekali lagi,JANGAN SEPELEKAN RADIO DI DAERAH!! Karena sebenarnya,radio-radio itulah yang support penuh atas materi baru kalian. Sampai akahirnya kemudian jadi hits dimana-mana,lantas?? Radio kota besar jadi ikut memutarnya.

    Like

  3. Wew… Salam kenal Jeci,
    Suka sekali dengan semangatnya… โ†–(^โ–ฝ^)โ†—
    Bosen banget denger radio Pramร—ร—ร—ร— yg muter lagu ituuuu mulu… Hahahaha…
    Mudah2an ada kesempatan buat lo yah… Semangat!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s