Aku mau curhat…


“Mandiri yang berlebihan itu kadang mempersulit diri sendiri,tapi pasti selalu ada alasan yang tepat dibalik hal itu”

Aku termasuk tipikal yang tidak mudah curhat,minimal kalau mau curhat pasti ya gak dengan sembarangan orang atau udah gak bisa nahan sendiri.

Jangankan dengan orang lain,dengan saudara2ku sendiri aja susah mau curhat. Jadi sampai sekarang,keluargaku hanya tau yang baik-baiknya aja. Iya,mereka hanya aku ceritakan hal-hal baik.

Padahal,kakak-kakakku semuanya aku liat mereka biasa saling crita dan curhat masalah2 mereka,juga biasa saling pinjam meminjam uang,yaah semacam itulah. Maksudnya,ya mereka saling tau keadaan baik dan buruk masing-masing.

Cuma aku aja yang mereka gak pernah tau apa-apa tentang aku 😦

Tapi mereka juga sangat paham bahwa aku tertutup. Dari dulu gak ada satupun dari kakak2ku yang berani bertanya apa masalahku. Bahkan orang tuaku semasa mereka masih hidup pun gak berani bertanya apakah aku ada masalah atau baik2 aja.

Karena,aku temper. Setiap kali ditanya apa masalahku,yang ada aku marah dan diam. Jadi ya gitulah….
Bahkan orang tuaku aja gak berani menyentuh aku.

Jadi kalau misalnya aku mengeluh,’Gak ada keluargaku yang peduli sama aku” atau “Gak ada keluargaku yang perhatian sama aku”. Siapa yang salah???
Tunjuk dadaku sendiri!!!

Aku pernah tertampar dengan omongan seorang teman bertahun-tahun yang lalu,ketika aku mengeluh tentang aku yang selalu sendirian mengatasi kesulitanku,tanpa keluargaku peduli. Apa jawaban temanku? Sangat menampar!!
Dia bilang,”Bukan keluargamu yang ga peduli sama kamu dan menjauh dari kamu,tapi kamu sendiri yang melupakan mereka dan menjauh dari mereka”.
Waktu itu,aku gak terima temenku bilang gitu,sampai aku tersinggung dan marah sama dia. Walau akhirnya, pernyataan temanku itu mengikuti aku kemanapun aku pergi. Terekam jelas di kepalaku. Bahkan aku mengingat kata perkata.
Pada akhirnya aku mengakui bahwa pernyataan temanku itu memang….benar begitulah adanya.

Entahlah,mungkin karena udah kebiasaan dari kecil seperti ‘terlepas’ dari ‘rangkaian’ jadi terbawa sampai sekarang.
Padahal aku tuh bungsu,pada umumnya paling manja dan paling gak bisa mandiri,tapi kenyataannya,aku justru paling mandiri diantara sodara2ku yang lain.

Terlepas dari semuanya itu,sebenarnya,aku seperti ‘terdidik’ secara tidak langsung untuk selalu terlihat tegar dan tidak mau di remehkan. Dan tanpa aku sadari,aku seperti punya ‘dendam’ yang tidak nyata untuk membuktikan ke keluargaku bahwa aku mampu hidup sendiri,dan disisi lain, aku ingin mereka melihat bahwa aku ‘berhasil’ dalam hidupku,minimal berhasil survive dari segala macam persoalan. Juga aku pengen keluargaku melihat aku selalu baik dan bahagia.

Atau…..bisa jadi ada semacam ‘trauma’ tersendiri. Karena sebenernya,aku susah untuk minta tolong atau mengeluh ke orang lain walaupun itu sodaraku sendiri. Karena pada dasarnya,aku tipikal orang yang gak bisa ‘ditolak’. Maksudnya,daripada udah ngeluh eh ternyata gak dibantuin juga,jadi ngapain juga mesti ngeluh sama orang. Nah hal-hal seperti itulah yang bikin aku lebih baik ‘diam’ dan pecicilan mikir sendiri semua kesulitanku. Males mau curhat sama orang lain. Walau itu saudaraku sendiri.
Ya sebenenya,gak salah sih mandiri seperti itu,tapi kadang aku merasa,aku tuh BERLEBIHAN. Jadi hasilnya ya aku sering stres sendiri tanpa ada yang tau.

Bukan gengsi juga kalau mau ngeluh atau curhat sama orang lain,tapi ada hal-hal tertentu yang aku emang sulit menyampaikan ke orang.
Sepertinya aku terbiasa dengan,’curhat pada orang yang tepat’,artinya ‘tepat’ disini adalah,orang yang jelas-jelas bisa nolong aku. Bukan yang cuma bisa mendengarkan atau malah ikutan curhat (biasanya sering begitu sih).

Yaelaah J…kan emang udah biasanya kalau kamu yang dicurhatin..

Ini biasanya sih masalah diluar urusan ‘hati’ yang susah curhat sama orang hahahha
Kalau urusan hati,mungkin aku gampang curhat dengan siapapun,gak peduli. Pengen curhat ya curhat aja hahaha
Tapi gak semua masalah hidup itu adalah masalah hati kan…

Apalagi sekarang,gak punya waktu aku buat mikir soal hati. Energy-ku udah habis dengan cari solusi untuk masalah-masalahku.

Setiap malam tidur dengan beban penuh di kepalaku, terbangun dengan beban yang nempel di belakang kepalaku. Sama-sama berat.

Kemaren ada yang bilangin aku,”Move on lah,gak enak tiap malam dan bangun pagi yang ada di kepala selalu seseorang”.
Rasane pengen aku bilang,“MATAMU!!!”. Tau apa dengan yang ada di kepalaku?? Penting apa mikirin orang yang udah gak layak lagi dipikirkan,bahkan diingatpun sangat tidak layak?? *STOP*

Back to topic.

Begitulah. Sampai sodara-sodaraku sangat paham,kalau aku sampai mengeluh itu berarti sudah sangat keterlaluan permasalahanku.
Dan malam ini tadi,jebol pertahananku. Akhirnya aku mengeluh ke salah satu kakakku. Dan seperti dugaanku, yang ada ya heran kok tumben-tumbenan aku curhat.

Dia cuma bilang,”Makanya kalau ada apa-apa itu cerita, kamu gak pernah crita apa-apa,kita taunya kamu ya baik-baik aja. Ini pasti udah kebangetan sampe kamu curhat gini”.
Ya……gitu deeeh….

Kalau udah mentok gak tau lagi harus minta tolong siapa,bersyukurlah kalau masih punya orang tua atau saudara,setidaknya,masih ada tempat buat berkeluh kesah.

Masih gak bisa curhat juga??? Satu-satunya yang masih bersedia mendengarkan tanpa bosan adalah Tuhan.
Walau secara logika,curhat sih curhat,tapi kalau gak usaha ya sama aja.
Iya sih,gak salah.

Tapi aku masih percaya dengan ‘cara Allah bekerja’,yang gak bisa di cerna oleh logika.

Aku bukan yang suci dan religius,tapi aku masih punya iman. Itu saja.

Syaloom

~jeci~

Advertisements

4 thoughts on “Aku mau curhat…

  1. hahha nah itu bedanya mbroow….
    kalau aku,curhat itu karena butuh solusi ‘nyata’ atau tindakan,gak cuma saran dan di engarkan. Makane njuk angel meh curhat,paling banter ya sharing-sharing ajalah.
    Tapi sih,aku tetep OPEN MY HEART kalau ada yang mau curhat sama aku entah itu cuma ingin didengarkan atau butuh solusi. Yo kuwi mau,uwong ki cen bedho-bedho…..
    Yooo jane sih gak jauh-jauh dengan yang lagi bikin kamu mumet kuwi sih jun hehehhe

    Like

    1. Anggi,itu bukan solusiku.
      Solusiku cuma satu : pekerjaan yang buanyaaak dan hasil yang banyaak…..dengan begitu otakku gak punya space kosong. Sebagai orang yang gila kerja,ketika sedang tidak banyak yg di kerjakan itu seperti separuh nyawa hilang :||

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s