Tabur Tuai


yang terpenting dari sebuah ‘hasil’,bukan dari ‘benih’nya tapi dari proses ‘pemeliharaannya’

Mungkin itu semacam istilah lain dari kata ‘karma’ yang lebih banyak dikenal orang,atau sedikit mirip seperti itu. Tapi tidak banyak juga yang mempercayai apa yang dinamakan ‘karma’ sementara aku,salah satu yang mempercayai adanya ‘karma’.
Karma bisa saja dialami oleh seseorang dari ‘buah dosa’ orang lain,dalam hal ini mungkin orang tuanya atau leluhurnya yang tidak pernah diputuskan rangkaian dosanya. Sedikit rumit untuk memahami,tapi itu yang aku pernah pelajari dari Alkitab ku. Seringkali,ketidak beruntunganku dalam ber-relationship terhadap seseorang,aku berpikir; bisa jadi ini adalah karma dari orang tuaku,yang aku tau pasti seperti apa mereka. Rasanya,aku terlalu menghakimi,tapi bukannya itu tidak mungkin dimana dulu ayahku sering mempermainkan perasaan ibu-ku,dan buah dosanya jatuh kepadaku. Entahlah….aku hanya menyerahkan semua itu kepada Allahku.
Tentang ‘tabur tuai’,itu lebih dari hasil yang kita lakukan sendiri. Apa yang kita tabur itulah yang kita tuai. Seperti halnya menabur benih padi,jenis padi yang kita tabur itulah nanti yang akan kita tuai. Bisa saja setiap orang menabur jenis padi yang sama,tapi pada proses pertumbuhannya,setiap orang melakukannya berbeda-beda sesuai yang dia inginkannya.

Menurutku,disinilah yang terpenting dari sebuah ‘hasil’. Bukan dari ‘benih’nya tapi dari proses ‘pemeliharaannya’.

Apakah benih itu hanya dibiarkan tumbuh,atau mendapat perlakuan yang lebih. Sama-sama membuahkan hasil,tapi tentu saja akan berbeda hasilnya.
Aku bukan orang yang suci dan sempurna,banyak hal yang aku lakukan jauh dari sempurna. Hanya saja,aku berusaha untuk berhati-hati dalam bersikap. Itupun tidak selalu mulus. Hal duniawi,misalnya,sering membuat terbuai dan larut bahkan,bila tidak segera menyadarinya. Disinilah dibutuhkan yang namanya ‘orang lain’,dimana mereka akan berperan sebagai ‘pengontrol’ dari sikap kita.
Karena kadang,kita tidak pernah menyadari apa yang kita lakukan itu adalah salah buat orang lain,walau benar menurut kita sendiri.
Biarkan orang lain yang akan mencermati,menilai dan meluruskan. Apa jadinya kalo kita tidak pernah mau mendengarkan perkataan orang lain? Karena tidak selamanya apa yang dikatakan orang tentang kita itu salah,bisa jadi memang benar begitu. Ukurannya pun akan berbeda setiap orang,tapi seperti apapun itu,selayaknya kita dengar dan olah dalam hati kita untuk kemudian dipilah mana yang seharusnya kita lakukan dan tidak,sesuai ukuran dan kemampuan kita. Bahkan,bila orang itu harus mencaci maki kita,menurutku, itu bisa dianggap sebagai ‘teguran’ atas kekeliruan yang kita lakukan. *duh semoga aku bisa begitu seterusnya*

Ketika aku melakukan ‘kejahatan’ terhadap orang lain,bisa jadi aku akan terbalas oleh orang lainnya lagi. Begitu seterusnya. Dan aku mempercayai itu sebagai ‘tabur tuai’.

Tabur tuai yang aku sampaikan disini dari sisi yang ‘buruk’. Tapi bisa juga itu dibuat sebaliknya,seperti kata pepatah umum : menabur kebaikan akan menuai kebaikan juga.

Seperti itulah pemahamanku tentang ‘tabur tuai’,dan aku meyakini itu. Aku bukanlah orang yang sempurna untuk selalu menabur kebaikan,tapi setidaknya terus belajar untuk menjadi ‘baik’ atau paling gak ya ‘dianggap baik’ oleh orang lain.
Jujur,kadang aku sangat takut dengan diriku sendiri,karena kadang kelemahanku dalam berinteraksi dengan orang lain bisa menjadi kehancuranku sendiri. Aku hanya (mencoba) sangat berhati-hati untuk tidak membuat masalah dengan orang lain apalagi kalo itu dengan sengaja aku lakukan.

Tapi kalau mungkin ada yang tidak aku sengaja membuat orang lain sakit hati atau tersinggung,semoga aku dimaafkan…..

Maafkan karena aku sulit untuk berbasa-basi,gak cocok ya akan bilang apa adanya tanpa ‘manis’ di depan tapi nggerundel dan nusuk di belakang. Semoga aku akan terus di ingatkan oleh banyak orang di sekitarku. Semoga aku bisa legowo menerima kritikan dan nasehat bahkan sumpah serapah mereka. Sehingga aku berhasil menabur kebaikan dimana-mana dengan keterbatasanku.
Bagaimana dengan kamu???

Semoga kita masing-masing mempunyai hati yang mengasihi sehingga segala kebaikan bertaburan dimanapun. Amin.

Syaloom

~jeci~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s