Status Quo


Hari ini,ada satu lagi temen MD ku yang berpamitan,melepaskan posisi MD di radio dan memilih untuk beraktivitas di dunia yang berbeda. Dan ini adalah yang kedua di minggu ini.
Kadang,aku salut sama temen-temen yang bisa begitu mudah membuat sebuah keputusan dalam hidupnya. Karena aku merasa sulit bisa melakukan itu.
Dan akhirnya,aku berpikir,sebenernya aku yang terlalu takut dengan sebuah perubahan sehingga stuck dalam area ‘nyaman’ atau karena aku banyak memperhitungkan??
Kalau keputusan itu berakhir baik dan tidak berujung pada sebuah penyesalan karena keputusan yang salah,boleh lah ya itu dianggap sebuah prestasi. Tapi kadang,yang aku temui,jadinya menyesal sudah terlalu buru-buru membuat keputusan tanpa memikirkan dari banyak sisi. Nah,ini yang aku tidak inginkan.
Sering aku mengatakan bahwa,”Aku adalah orang yang sangat mengenal diriku sendiri,apa keinginanku dan kebutuhanku”. Hal itulah yang membuatku tidak mudah mengambil sebuah keputusan tanpa mempertimbangkan banyak hal,baik-buruk,untung-rugi dll. Semuanya ini karena aku sudah melewati masa-masa dimana dulu lebih sering membuat keputusan tanpa pikir panjang,dan hasilnya tidak selalu baik. Menyesal???tentu saja sempat merasa menyesal,tapi sekarang,aku membuat semuanya itu menjadi sebuah peajaran berharga bahwa itu adalah proses dimana aku terbentuk menjadi seperti sekarang ini. Mungkin,tanpa sebuah proses ‘melakukan kesalahan’ aku tidak akan banyak belajar dan tidak tau cara memperbaikinya.
Posisi aman dan nyaman,dibilang juga ‘status quo’ sering dialami oleh banyak orang dan dianggap itu sebagai orang yang tidak bisa berkembang. Apakah begitu?aku sih tidak saklek berpikir sesempit itu,banyak latar belakang yang harus dilihat dari keputusan orang untuk tetap berada di ‘wilayah nyaman’ atau ‘status quo’ itu. Melihat kebutuhan orang juga berbeda-beda,pun kemampuan orang juga tidak sama,aku melihatnya itu sebagai sebuah pilihan. Dan mau kalau toh berkembang,tidak selamanya harus move ke tempat baru ya…
Dan itu kembali ke pilihan itu tadi. Memutuskan keluar dari ‘status quo’,pasti sudah dengan pertimbangan yang matang dan sudah memperhitungkan segala sesuatu sebaik-baiknya. Dan 1 hal penting yang harus jadi petimbangan utama adalah: memastikan bahwa ketika keluar dari situ,ada kondisi lebih baik dari sebelumnya. Buatku,itu adalah prinsip yang harus dipegang ketika akan memutuskan keluar dari kondisi ‘nyaman’ itu.

Yang mengetahui gimana keadaan dan seberapa besar kebutuhan kita,ya kita sendiri yang tau ukurannya.
Aku,mungkin terlalu ‘pengecut’ untuk melakukan perubahan,tapi semua dengan sebuah perhitungan yang matang,ada saatnya dimana aku harus ‘mengembangkan diri’ tanpa harus melepas apa yang sudah aku lakukan sekarang.

Jadi pengertiannya disini adalah,selama itu bisa aku lakukan,kenapa tidak memilih itu,memilih ‘menambahkan’ sebuah pekerjaan dari pekerjaan yang sudah ada,bukan ‘berpindah’ dari pekerjaan sekarang ke pekerjaan yang baru. Begitu.

Respect kepada teman-temanku yang akhirnya memutuskan untuk berpindah profesi dengan pekerjaan yang baru,dan aku yakin sekali bahwa itu bukan sebuah keputusan yang mudah. Semoga sukses dengan aktivitas barunya….

Hmmm….akhirnya aku terus berpikir,apa yang bisa aku kerjakan lagi untuk menambahkan pundi-pundi rupiahku ya hehehehe

Selamat memperkuat pundi-pundi dengan cara yang baik dan benar hahahaha

Syaloom

~jeci~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s