Sedih atau Bahagia,itu adalah pilihan


“Mau dirasakan sebagai kesedihan atau tidak itu adalah pilihan”

Kalimat itu mungkin benar dan akan terasa sebagai sebuah nasehat yang bijak bila itu disampaikan oleh orang yang tidak dalam posisi sebagai orang yang melukai bahkan sebagai orang yang menjadi sumber kesedihan itu sendiri.
Tapi akan jadi sangat menusuk dan makin menjebleskan dalam kesedihan yang dalam ketika yang menyampaikan itu adalah orang yang justru melukai kita. Pernah mendapatkan kalimat itu?
Aku sering menggunakan kalimat itu untuk menguatkan mereka yang kadang curhat tentang masalahnya,dan pada akhirnya aku mendapatkan kalimat itu dari orang yang membuatku terluka.
Lepas dari siapa yang mengatakan,tidak ada yang salah dengan nasehat itu,seperti apapun masalah yang terjadi,separah apapun kesedihan yang kita alami,akan menjadi sebuah kekuatan untuk memilih tidak menganggapnya sebagai sebuah kesedihan.

Bukan siapa yang mengatakannya,tapi apa yang dikatakannya,karena yang mengatakannyapun belum tentu mampu melakukannya,bersyukurlah bahwa kita mendapatkan nasehat itu.

Itulah hidup dengan banyak dinamika didalamnya,tentu saja komplit dengan berbagai pilihan yang dihadapi. Apa yang harus kita pilih,pastikan itu menjadikan kita lebih baik. Dan serahkanlah orang yang melukai kita itu didalam doa,agar diberkati hidupnya dan tidak akan melukai siapapun.
Siapa yang dipilih untuk dilukai,itupun bagian dari perjalanan hidup yang harus ditentukan. Bila akhirnya,kita menjadi sebuah pilihan untuk dilukai,berharaplah kita mendapat kekuatan untuk menyembuhkan dan tetap survive diatas luka itu.

Kita,adalah tergantung dari bagaimana kita melakukan sesuatu. Kita menjadi ‘siapa’ ditentukan oleh bagaimana kita menyikapi kesulitan hidup.

Tidak harus menjadi sempurna untuk melewati dan mampu bertahan dari semua itu,cukup bahwa kita tetap berdiri tegak diatas puing-puing kehancuran yang berada disekitar kita. Selebihnya,biarkan Tuhan yang akan memimpin langkah kita untuk berada di tempat yang selayaknya.
Kita layak bahagia,bila orag lain dianggap tidak cukup membahagiakan kita. Bahagiakanlah diri kita sendiri dengan cara apapun yang kita mampu. Dan tersenyumlah…..
Akupun sedang balajar untuk selalu tersenyum dalam setiap kesedihan yang kurasakan. Dan selalu berusaha menciptakan kebahagiaan itu sendiri. Tidak mudah….tapi bukannya tidak mungkin 🙂

Semoga Tuhan memberkati kita untuk selalu bahagia…..

Syaloom

~jeci~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s