The Mess I Made


Berapa lama aku tidak mengunjungi dan bercerita banyak hal dengan mu….blog-ku….

Ada yang terlalu sulit buat di urai,karena semua hanya berupa celotehan yang mungkin tidak terlalu bermakna buat orang lain,dan hanya bisa aku negoisasikan dengan diam antara otak dan hati.

Proses untuk dealing ini seringkali menguras energi,bagaimana mengambil kesepakatan antara yang disuarakan hati dan otak agar bisa selaras dan berjalan beriringan….

Aku memiliki hati yang seringkali berontak atas keadaan,tapi tak pernah punya tempat untuk mengapresiasikannya…dan itu sangat tidak menyenangkan. Mengingat aku adalah orang yang tidak pernah bisa menyembunyikan apa yang aku rasakan,tapi begitulah,tidak selalu bisa terungkapkan.

Hati ini memiliki rasa kasih yang berkelimpahan,tapi kepada siapakah akan ku berikan??? Aku hanya bisa membagikannya secara rata kepada  semua orang,karena tidak ada yang berkenan menerima lebih.

Ketika aku memilih seseorang untuk mendapatkan prioritas,dan mengistimewakannya……semua mengecewakan mmm bukan juga aku akan menyalahkannya ya….semua orang berhak atas dirinya,akan menerima atau menolak. Bagaimana aku bisa memaksa orang untuk menerimanya?

Ibarat aku ingin memberikan sesuatu,apakah aku bisa memaksa orang lain untuk menerimanya?? Biasanya,aku selalu berhasil menyikapi situasi ini,tapi aku gagal sekali ini. DAMN!!! Siapa kamu berhasil memporak porandakan hatiku???

Aku benci penolakan,dan karena aku tidak pernah mau berada di posisi ‘tertolak’ aku selalu menempatkan diriku untuk tidak ditolak tapi kenapa sekarang aku tidak berhasil melakukannya???

“Jangan pernah memposisikan diri untuk ditolak,hargai dirimu sendiri dengan lebih peka tidak meminta kalo itu sudah terlihat nyata tidak diterima” its my Quotes. But why???? The mess I made……ceroboh mempercayai yang aku dengar.Poor me!!

Dan kalau sekarang aku marah???harus marah dengan siapa???

Sebuah pertengkaran antara si otak dan si hati :

Otak: haloooo???? kamu marah??marah tuh sama diri sendiri…kenapa harus menyalahkan orang lain??

Hati : Heh!!!bukannya kamu juga yang memerintahkan aku untuk meneruskan??

Otak: Aku sudah mengingatkanmu,jangan merebut apa yang aku katakan,belum waktunya…..aku masih mencernanya,kenapa kamu tidak sabar mengambilnya tanpa seijinku??

Hati: Aaaah….kamu terlalu lama mengolahnya,kamu pikir kamu yang paling hebat dengan segala macam prediksimu??

Otak: See???aku selalu benar!!apa yang kamu alami sekarang???aku menjagamu supaya tidak terluka,tapi kamu memaksakan diri untuk dilukai. Ak yg salah??dia yang salah???satu2nya yang harus disalahkan itu kamu sendiri!!!

Hati: #$#$^^*&()(_)_&^%^$##@#@!#%%&(*(()

Pertengkaran berakhir dengan sebuah kemarahan dengan diri sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s