Hard To Say,”I am Sorry” but I Did


Hari pertama di bulan pertama tahun 2012

Dan ditandai dengan hujan sepanjang hari,tidak selalu deras tapi tidak berhenti…..membuatku makin nyaman untuk tidak beranjak kemana-mana. Seperti biasanya,duduk di depan laptop,buka sedikit pekerjaan yg bisa di kerjakan,tapi otak sedang tidak bisa di ajak kompromi,susah di ajak mikir. Ada apa ini??? hmmm mungkin masih atmosfir liburan ya jadi rasanya enggan mau kerja hehehe…..

Tanggal 1 bulan 1 tahun 2012. Banyak orang berlomba membuat resolusi,dari yang sederhana sampai muluk-muluk (menurutku sih),hak semua orang untuk membuat resolusi,tapi buatku sendiri,setiap hari bisa menjadi sebuah resolusi tanpa menunggu pergantian tahun. Setiap hari selalu ada pembelajaran,setiap hari selalu ada yang terjadi dan semua itu menurutku adalah sebuah pelajaran hidup.

Adalah pilihan,kita mau naik kelas,atau tinggal kelas,artinya,dari semua peristiwa yang terjadi,baik atau buruk, kita bisa memilih untuk menjadikannya pelajaran supaya kita lebih baik,tetap tidak berubah atau malah sebaliknya,mundur.

Mungkin bukan resolusi-nya yang akan aku tulis disini,aku lebih suka berbicara tentang apa yang sudah terjadi di waktu lalu,dan mengolahnya untuk menjadikannya sebuah pembelajaran berikutnya. Hmmmm mencoba merenungkan yang terjadi sepanjang tahun 2011. Kalau yang namanya ’emosi’ itu dibuat semacam grafik,grafik emosiku di tahun 2011 sangat fluktuatif,tingkat naik turun yang kurang stabil sebenernya. 

Tapi  setidaknya,dipenghujung tahun 2011,aku sempat menyelesaikan kesedihanku secara sempurna. Sebuah peristiwa yang membuatku lebih belajar menata emosi,sedikit selip disana-sini,belajar itu memang tidak sempurna,kalo sudah sempurna buat apa belajar lagi??  

Dan aku menutup pembelajaran dari kesalahan di tahun 2011 dengan permintaan maaf,ke siapapun yang sadar ato tidak sudah aku lukai. Soal dimaafkan atau tidak,itu bukan bagianku,bagian yang harus aku lakukan hanya meminta maaf.

Bicara soal kata MAAF,orang punya banyak alasan melakukan itu,ada yang karena memang merasa bersalah dan perlu minta maaf,ada yang untuk mencari perhatian,ada yang supaya berdamai dan tidak ada masalah. Buatku,bisa semuanya seperti itu,tapi yang lebih dari pada itu adalah,ketenangan buatku sendiri. Aku seperti punya beban yang sangat berat ketika belum minta maaf,sementara aku orang yang paling sulit melakukannya. 

Hard to say ‘I am Sorry’ but I did. Butuh perjuangan dan berdamai dengan diri sendiri dulu untuk melakukannya. Karena permintaan maafku bukan sekedar kata maaf yang begitu saja meluncur dari mulutku,ketika aku mengucapkan kata ‘maaf’,itu dengan penuh pergolakan hati,perlu menyadarkan diri bahwa aku memang perlu minta maaf. Sebegitu sulitkah mengucapkan kata maaf???sulit buatku,lebih baik sulit mengucapkan kata maaf tapi dilakukan dengan penuh kesadaran,daripada mudah meminta maaf,tapi tak menyadari kesalahan dan akan mengulanginya lagi. Dan untuk sampai pada titik itu,perlu sebuah proses….yang pasti tidak mudah. Lebih mudah mengucapkan kata maaf kepada orang yang kita sukai daripada kepada orang yg tidak kita sukai bahkan yang sangat kita benci. Dan ketika kita mampu melakukannya,disitulah kemenangan dari sebuah proses belajar menyadari kesalahan dan meminta maaf 🙂

Disini aku bukan menggurui siapapun,tidak juga mengajari karena aku lebih pandai atau hebat,tapi inilah penterjemahan dari sebuah proses aku belajar mengucapkan kata MAAF.

Aku memenangkan arena ini,bukan karena aku mendapatkan apa yang ku inginkan,tapi karena aku berhasil mengalahkan ego-ku dan berdamai dengan diri sendiri untuk mengatakan MAAF.

Berdamailah dengan diri sendiri sebelum berdamai dengan orang lain,selamat tahun baru 2012 🙂

Cheersss….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s