my x’mas eve


jeci in X'mas

 Christmas 2011

Ini adalah Natal pertama tanpa mengucapkan Selamat Natal kepada bapak dan ibu-ku yang sudah tenang bersama Bapa di Surga.

Tapi tetap ingin ku ucapkan,selamat Natal bapak-ibu…..Kalian sudah bersama Bapa di Surga,tetap ada senyum dari anak bungsumu ini,dengan kerendahan hati dan sepenuh hatiku ingin aku meminta maaf sudah mengabaikan banyak hal ketika kalian masih bersamaku. Aku tau,kalian sudah memaafkan aku  lebih dulu sebelum aku memaafkan kalian yang pernah mengabaikanku.

Aku merindukan kalian,dan aku tak kuasa menahan airmataku ketika melihat foto kalian berdua diantara kami,anak-anakmu,yang terpasang di dinding ruang keluarga di rumah mbak Mik…..

Terasa sangat pedih mengingat,setahun yang lalu aku masih menggenggam tangan ibu,diruang keluarga mbak Mik,dan mengucapkan,’Selamat Natal,Ibu’. Dan saat itu ibu tersenyum memandangku,dan berkata,” Ibu senang masih bisa melihatmu tersenyum,tapi ibu sedih sampai sekarang tidak bisa melihatmu berbahagia”.  Aku menjawab,” Loh aku sudah bahagia kok ibu..”. Dan ibu tersenyum sambil memegang pipiku,” Yang ibu tau,kamu hanya berusaha bahagia,maafkan ibu dari dulu tidak tau cara membahagiakanmu “. Saat itu,aku cuma bisa menggenggam erat tangan ibu dan mengatakan,” Ibu, aku sudah melupakannya,jangan ungkit-ungkit lagi itu ah,ga baik buat kesehatan ibu “. Ibu masih memaksaku,” Kamu hanya melupakannya,tapi belum memaafkan bapak dan ibu”. 

Dengan segala kekuatanku aku berkata,” Ibu,aku sudah memaafkan bapak dan ibu,yang penting sekarang,doakan aja anakmu ini selalu sehat,bisa sekuat ibu menjalani hidup,dan akan selalu bersyukur dan berbahagia,apapun yang terjadi”. Dan aku senang bisa melihat senyum ibu saat itu,masih ku ingat pesan ibu,” Mbok itu pipi-mu di gembungin dikit lagi,jangan kurus-kurus to…digemukin dikit biar seger,ibu pengen liat pipimu menthol kayak dulu,cantik ” dikatakan ibu sambil mengusap pipiku.

Dan kemaren,sambil memandangi foto ibu,aku memegang pipiku dan bergumam,” Ibu,sayang ibu gak bisa liat pipiku yg sekarang udah menthol,tembem,seperti yang ibu harapkan,aku gemuk seperti yg ibu inginkan”. Yah….aku memenuhi harapan ibu itu,setahun kemudian,dan itu setelah ibu meninggalkanku selama-lamanya. Tapi  aku yakin,ibu di atas sana,tersenyum dan bahagia melihatku saat ini.

Sedikit ber-elegi sepertinya,tapi itulah yang ku rasakan Natal kemaren di rumah kakak,aku tetap bersyukur bisa merayakan Natal tahun ini dengan sebagian keluargaku,tepatnya keluarga kakakku,bersama anakku dan keponakan2ku. Tak apalah,aku anggap kakakku adalah pengganti orang tuaku,merekalah satu-satunya keluargaku yg berjarak dekat denganku. Maafkan sodara-sodaraku,aku sering mengabaikan kebersamaan kita,hanya karena aku selalu bilang : sibuk.

Dan selama 3 hari,aku betul-betul mencoba melupakan laptop dan pekerjaan-pekerjaan di dalamnya,aku memanfaatkan waktuku bersama keluargaku,bercanda,bercerita,saling mengejek…..semua menyenangkan. Dan aku sengaja mengesampingkan dulu laptop dan BB ku,supaya aku punya waktu yang berkualitas bersama keluargaku.

inilah keluargaku di Magelang 🙂

yeaaah……itulah sebagian keluargaku yang ada di Magelang,ada keponakanku,anak2 dr kakakku yang sudah kerja di Jakarta,dateng juga keponakanku dari keluarga bapak yg skrg tinggal di Semarang pun menyempatkan datang,tak ada kue dan hiasan Natal yang menyemarakkan rumah ini,tapi Natal di hati kami masing-masing penuh warna-warni. Kami bahagia……

Kebanyakan orang,menjelang Natal sudah sibuk dengan segala macam menu untuk memeriahkan Natal di rumah masing-masing,tapi semacam unik,kami malah baru spontan masak pas hari natal.

Pulang dari Ibadah Natal pagi,sampai rumah pada bertanya ke kakakku,” Bu,makan apa nih kita”. Kakakku santai menjawab,” Lah kalian mau di masakin apa?”. Berebutanlah saling usul masak ini itu blablabla…..aku sih duduk manis aja ngeliat mereka seru-seruan berdebat mau makan apa. Jadilah kakakku bikin sambel,tahu goreng dan rica-rica B2 hihihihi….berhubung aku ga suka B2 yaaa aku makan aja sama sambel dan telur dadar hehehhe……tetep nikmat kok,yang penting kan kebersamaanya.

Giliran aku yang bertanya ke kakakku,” Lhoh mbak,mana Nastar dan kue2 Natalnya,kok tumben ga bikin?” Kakakkupun menjawab dengan santai,sambil rebahan di sofa,” Kan kamu yang waktu itu janji mau bikin”. GLEK!!!!!! hmmmm……iya ya….tapi kan waktu itu aku cuma iseng aja bilang ,” Mbak,ntar bikin Nastarnya ku bantuin deh” woooo lha kok malah ketempuhan ini….

Oke..baiklah,aku langsung bilang sama ponakanku,” Dek,ada bahan2 kue apa nih di lemari,kalo ada bahan2nya,sini aku buatin nastar” ponakanku ngeluarin semua bahan yang ada,terigu,telur,mentega,keju blablabla…..wuaduuuh…beneran ada loh…alamat bikin beneran nih hahahhaha…..

Akhirnya,dibantu ponakanku,menyiapkan ‘perlengkapan perang’ bikin nastar. Tapi tetep aja,ujung2nya aku sendiri yang bikin,karena pada menyerah ga bisa ngikutin caraku haahha….masih untung ada anakku yang standby jadi asisten pribadiku dengan senang hati.

bersama asisten pribadiku hehehe

 

taraaaaaaaaaaa......

inilah kesibukan kami berdua,lumayanlah anakku bantuin,bantu ngrecokin maksudnya heehehehehe tapi akhirnya jadi juga kok,berhasil membuat setoples Nastar dan setoples Kaastengel!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s